Menjadi Raksasa Purba Dieng di Atas Ranjang dengan Purwoceng

Oleh Muhamad Ridlo pada 15 Feb 2019, 05:05 WIB
Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Purwokerto - Berada di ketinggian di atas 2.000 mdpl, Dataran Tinggi Dieng menjanjikan eksotisme yang sukar dicari di tempat lainnya. Ini lah permukiman tertinggi di Jawa, sekaligus salah satu permukiman tertinggi di dunia.

Mitologi lokal, Dataran Tinggi Dieng adalah tempat bersemayamnya para dewa. Nama Dieng berasal dari bahasa Kawi, ‘Di’ yang berarti Gunung dan ‘Hyang’, yang berarti tanah pada dewa.

Segala hal tentang Dieng sangat spesifik. Misalnya, Purwoceng, tumbuhan liar endemik Dieng yang secara turun temurun dipercaya berefek viagra alias meningkatkan vitalitas pria.

Selama ratusan tahun, Purwoceng hanya tumbuh di tempat-tempat tertentu Pegunungan Dieng. Di masa lalu, Purwoceng bertumbuhan di pegunungan yang sebenarnya adalah dinding-dinding kaldera raksasa purba Dieng.

Para pria Dieng memburunya untuk dikonsumsi dengan berbagai alasan kesehatan. Bagian yang diyakini paling ampuh untuk memunculkan efek viagra adalah bagian akarnya.

Akar Purwoceng diseduh dan dicampur dengan beragam rempah. Rempah-rempah itu masing-masing memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina dan tentu, vitalitas pria.

"Sudah dari zaman dulu. Memang dikonsumsi untuk meningkatkan stamina pria," ucap Slamet Budiono, Kepala Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara, Kamis, 14 Februari 2019.

Di waktu-waktu tertentu, saat tubuh serasa loyo, Slamet mengaku meminum Purwoceng. Warung atau kedai yang menyediakan Purwoceng di Dieng banyak bertebaran.

Kini Purwoceng banyak dikembangbiakkan oleh para pelaku usaha kecil menengah (UKM) Purwoceng kemasan. Bibit tumbuhan untuk vitalitas pria itu dicabut dari pegunungan, kemudian dibudidayakan di wilayah permukiman.

2 of 3

Tinjauan Ilmiah Purwoceng Tingkatkan Vitalitas

Budidaya Purwoceng. (Foto: Liputan6.com/Humas Unsoed/Muhamad Ridlo)
Budidaya Purwoceng. (Foto: Liputan6.com/Humas Unsoed/Muhamad Ridlo)

Purwoceng dijual dengan berbagai olahan. Ada kopi Purwoceng, Teh Purwoceng, Susu Purwoceng, Jahe Purwoceng dan lain sebagainya.

“Badan jadi hangat. Tidur dengan istri juga lebih hangat,” ucap Slamet, tertawa. Efek viagra, kata Slamet, memang benar-benar terasa.

Ternyata, bagi masyarakat Dieng, pengkonsumsi Purwoceng tak sebatas pria. Wanita pun kerap mengkonsumsinya dengan alasan kesehatan. Cekaman suhu dingin sepanjang tahun membuat warga Dieng familiar dengan tumbuhan ini.

Slamet mengaku tak mengetahui secara pasti kandungan zat apa yang membuat Purwoceng begitu berkhasiat. Sebabnya, masyarakat kebanyakan mengkonsumsi Purwoceng lantaran sudah menjadi kebiasaan.

"Mungkin seperti ginseng. Peredaran darah jadi lancar. Badan hangat tidak mudah masuk angin," dia menerangkan.

Soal efek viagra tumbuhan Purwoceng, Dosen Teknik Pertanian Unsoed, DR Eni Sumarni Farid mengatakan di dalam tanaman Purwoceng terkandung saponin, alkaloid dan tonik. Zat ini berfungsi ini meningkatkan stamina.

Kemudian, di tumbuhan khas Dieng ini juga terkandung afrodisiak yang berguna untuk meningkatkan gairah seksual. Afrodisiak berasal dari nama Aphrodite, dewi Yunani lambang kecantikan dan seksualitas.

"Dan bisa melancarkan air seni (deuretik)," ucap Eni dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis sore, 14 Februari 2019.

3 of 3

Status Langka Purwoceng

Budidaya Purwoceng di Green House. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Budidaya Purwoceng di Green House. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Meski begitu, Eni memperingatkan bahwa Purwoceng yang dijual umum itu masih banyak bahan campuran. Akibatnya efek viagranya masih kurang menggigit. Purwoceng perlu diekstrak untuk memperoleh efek seperti yang diinginkan.

Bahkan, ahli teknik pertanian ini memiliki tips agar khasiat Purwoceng semakin besar. Caranya yakni dengan mencampur Purwoceng dengan sidat. Kandungan dua bahan beda jenis ini akan memperkuat efek yang ditimbulkan.

Eni pun mengakui, beberapa rekannya sudah mencoba produk Purwaceng-Sidat ini. Khasiatnya memang terbukti meningkatkan vitalitas.

Hanya saja, ia risau dengan populasi Purwoceng di habitatnya. Pasalnya, hingga saat ini perburuan tumbuhan Purwoceng liar semakin massif.

Perusahaan obat tradisional, jamu, sebagian besar memanen Purwoceng secara langsung dari habitatnya tanpa usaha peremajaan. Kini, statusnya pun telah langka (endangered species).

Bahan utama tanaman Purwoceng yang dipanen adalah akarnya, maka tindakan pemanenan secara otomatis merusak tanaman secara keseluruhan. Permasalahan lain adalah mahalnya harga bibit Purwoceng yang mencapai Rp 4.000-Rp 10 ribu per batang. Bahkan harga benih dapat mencapai jutaan rupiah setiap ons.

"Populasi Purwoceng saat ini sudah langka karena mengalami erosi genetik secara besar-besaran. Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh kegiatan eksploitasi berlebihan tanpa upaya konservasi," Eni mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓