Ditemukan Selamat, 10 ABK KM Sri Mulyo Dievakuasi ke Bali

Oleh Dewi Divianta pada 07 Feb 2019, 08:32 WIB
Diperbarui 07 Feb 2019, 09:43 WIB
ABK Sri Mulyo

Liputan6.com, Denpasar Seluruh ABK KM Sri Mulyo berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terombang-ambing di Perairan Laut Jawa. Mereka yang berjumlah sepuluh orang itu berhasil ditemukan pada Selasa 5 Februari 2019 pukul 16.30 Wita.

Saat ditemukan, kapal tempat mereka bekerja sudah tenggelam ke dasar lautan. Beruntung, saat itu kapal MV Greyman Express melintas dan langsung mengevakuasi mereka pada posisi 6°12.6'S-113°34.7'E.

"MV Greyman Express berbendera Singapura dengan rute Jakarta menuju Darwin. Kebetulan kapal itu melewati posisi 10 ABK yang terombang-ambing dan segera menyelamatkan mereka dibawa ke atas kapal," ungkap Pelaksana tugas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Made Junetra, Rabu, 6 Februari 2019.

Laporan telah ditemukannya sepuluh ABK dalam kondisi selamat diterima Basarnas Bali pada Rabu 6 Februari 2019 pukul 09.47 Wita. Begitu menerima informasi itu, Junetra memerintahkan kepada jajarannya untuk membantu mengevakuasi mereka. 

Usai berkoordinasi, disepakati untuk melakukan pencarian dengan kapal MV Greyman Express di sekitar Perairan Benoa, tepatnya di koordinat 8°46'48.87"S - 115°16'34.60"E. Sebanyak lima personel segera bergerak menuju Dermaga Timur Pelabuhan Benoa dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR, IB Surya Wirawan. Dikerahkan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 8 meter menuju titik penjemputan.

Pada pukul 11.10 Wita, RIB sudah merapat mendekati MV Greyman Express dan selanjutnya seluruh ABK dibawa menuju Pelabuhan Benoa. Setengah jam berselang, mereka pun bersandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. Diketahui identitas kesepuluh ABK atas nama Ega Eka AD, Suyoto, Rosikin, Latif, Narko Utomo, Davi Nofiyanto, Miftaku Rozak, Andik, Mabrur, dan Andrik.

 

2 dari 2 halaman

Kapal Tenggelam di Perairan Madura

ABK Sri Mulyo
Proses evakuasi ABK Sri Mulyo (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Di antara mereka ada yang mengeluhkan rasa pusing dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis oleh dokter di KKP Pelabuhan Benoa. Dari hasil pemeriksaan kesepuluh ABK dinyatakan dalam keadaan baik dan tidak memerlukan tindakan medis lebih lanjut.

"Selama proses evakuasi berlangsung tak hanya melibatkan Basarnas, namun dibantu dari potensi SAR, di antaranya KPLP Pelabuhan Benoa, PT. Pelindo III,  Agent Kapal LLOYD Jakarta, TNI AL, dan SAR Sabhara Polda Bali," terang Junetra.

Dari keterangan salah seorang ABK diketahui kronologis kejadian bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Brondong pada tanggal 3 Februari pada 23.00 WIB. Keesokan harinya sekitar pukul 17.00 WIB, kapal mereka berlayar sampai di Perairan Madura. Namun, setelah enam jam perjalanan, air mulai masuk ke dalam kapal. Pagi harinya pada pukul 06.00 WIB kapal nahas itu tenggelam.

Lanjutkan Membaca ↓