Kangen Istri, Napi di Sumenep Nekat Melarikan Diri

Oleh Mohamad Fahrul pada 06 Feb 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 06 Feb 2019, 14:00 WIB
Napi Kabur dari Lapas Rutan Klas II B Kabupaten Sumenep
Perbesar
Rutan Klas II B Kabupaten Sumenep, Madura (Liputan6.com/Mohmad Fahrul).

Liputan6.com, Sumenep - Meninggalkan istri dalam waktu lama bukanlah perkara mudah. Bisa saja membuat seseorang nekat berbuat apa saja untuk menebus rasa rindu yang membuncah. Salah satunya seperti yang dilakukan seorang tahanan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Riyanto, seorang penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kabupaten Sumenep, seakan tak memiliki rasa takut memanjat tembok untuk melarikan diri agar dapat bertemu istrinya di rumah. Ia tidak seorang diri, melainkan bersama dua temannya yang juga kabur dari penjara.

"Dia (Riyanto) kabur karena kangen sama istrinya. Makanya sampai nekat melompat tembok," kata Kepala Rutan Klas II B Sumenep, Beni Hidayat, Senin 04 Februari 2019.

Beni menjelaskan, tiga warga binaannya yang melarikan diri sudah berhasil diamankan. Karena tahanan yang bernama Riyanto itu menyerahkan diri setelah bertemu istrinya.

"Tidak lama setelah kami koordinasi dengan keluarganya. Akhirnya dia (Riyanto) mau disuruh menyerahkan diri ke Mapolsek setempat," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Kronologi Kaburnya 3 Napi

Ilustrasi Penjara
Perbesar
Ilustrasi Penjara

Kejadian kaburnya tiga narapidana di Rutan Klas II B Sumenep diperkirakan pada pukul 04.10 WIB dini hari. Pada saat itu, seluruh warga binaan akan melaksanakan salat Subuh, tetapi ketiganya memanfaatkan situasi lengah itu untuk melarikan diri dengan memanjat dinding masjid dan lewat atap hingga keluar pagar di tempat parkir rutan.

"Itu diketahui setelah selasai salat Subuh. Di mana setiap ruangan dicek oleh petugas, tapi kurang tiga orang," jelas Beni.

Setelah pihaknya mengetahui ada tiga warga binaannya melarikan diri, aparat dengan cepat mengejar sambil koordinasi ke pihak kepolisian daerah ini. Supaya pergerakan pelarian napi tersebut tidak sampai jauh.

Alhasil dari satu di antara ketiganya berhasil diamankan, meski karena napi ini menyerahkan dirinya. Sedangkan, untuk dua narapidana lainnya terus dilakukan pengejaran, sehingga dalam waktu cepat segera berhasil diamankan.

"Ini baru pertama kali terjadi di Rutan Kelas IIB Sumenep. Yang jelas kami akan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi," katanya.

Sekadar diketahui, tiga narapidana yang melarikan diri di antaranya Matrawi narapidana kasus penganiayaan, Hasan Basri kasus narkoba, dan Riyanto kasus pencurian.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓