Penampakan Paus Berparuh Terdampar di Pantai Aceh

Oleh Rino Abonita pada 31 Jan 2019, 17:02 WIB
Diperbarui 04 Feb 2019, 12:11 WIB
Paus berparuh Cuvier terdampar di pantai Aceh Selatan

Liputan6.com, Aceh - Seekor paus berparuh Cuvier ditemukan terdampar di kawasan Pantai Lhok Keutapang, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis pagi, 31 Januari 2019. Paus tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan dalam kondisi sudah menjadi bangkai.

Bangkai paus ditemukan mengapung dan terseret ombak oleh seorang nelayan sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ini, paus sudah dikubur oleh pihak terkait.

Seorang saksi di lokasi, Linda Fitria (26), menyebut, panjang paus mencapai 4,9 meter. Belum diketahui apa yang menyebabkan paus tersebut tewas dan terdampar di lokasi.

"Tidak ada luka-luka. Tapi dari bawaan ada. Belum dianalisis. Tapi sampel sudah dibawa oleh pihak terkait. Di kubur sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan pantai Rindu Alam," sebut Linda kepada Liputan6.com, Kamis (31/1/2019).

Pengakuan Linda, paus berparuh Cuvier sering terlihat berkeliaran di perairan Lhok Keutapang. Namun, baru kali ini ada paus terdampar di kawasan pantai tersebut.

"Menurut nelayan setempat paus sering tampak di perairan ini. Tapi yang terdampar baru kali ini," kata Linda.

Paus berparuh Cuvier atau paus paruh paruh angsa bernama latin Ziphius cavirostris, merupakan satu-satunya anggota genus Ziphius. Paus ini dapat menyelam lebih dalam dari 1.000 meter atau 3.300 kaki.

Ikan ini tumbuh hingga 7 meter atau 23 kaki, dengan berat 3.090 kilogram. Paus berparuh Cuvier mudah dibedakan, karena punya ciri khas rahang miring yang membuatnya tampak selalu tersenyum.

Paus berparuh Cuvier jarang menampakkan diri, tetapi tidak termasuk hewan langka atau masuk dalam daftar hewan terancam punah. Diperkirakan, ada sekitar 100 ribu paus berparuh Cuvier di laut seluruh dunia.

Salah satu alasan mengapa paus ini jarang terlihat adalah karena kemampuan menyelam mereka. Paus berparuh Cuvier memegang rekor sebagai mamalia yang mampu menyelam paling lama di laut.

Simon Elwen, peneliti yang bergabung dengan Namibian Dolphin Project mengatakan, para ilmuwan belum banyak mengetahui tentang perilaku dan apa saja yang mengancam kehidupan paus tersebut. Hal ini, karena paus berparuh Cuvier jarang menampakkan diri dan lebih sering menyelam ke pedalaman.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Live Streaming

Powered by