Anggota TNI di Sumsel Tewas Dikeroyok Saat Bernyanyi di Atas Panggung

Oleh Nefri Inge pada 30 Jan 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 30 Jan 2019, 17:00 WIB
Anggota TNI di Sumsel Tewas Dikeroyok Saat Bernyanyi di Atas Panggung
Perbesar
Anggota TNI Korem 004/Garuda Dempo Palembang Sumsel sedang bersiap berlatih (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Hidup Kopda JN, salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Sumatera Selatan berakhir menyedihkan. Dia meninggal dunia usai dikeroyok orang tak dikenal saat menghadiri pesta pernikahan saudaranya.

Saat kejadian berlangsung, korban masih tercatat sebagai anggota TNI yang bertugas di Satuan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI-AD) Martapura Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel.

Pada hari Selasa (29/1/2019) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, Kopda JN bersama adiknya menghadiri perayaan pernikahan saudaranya,  di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur, Sumsel.

Perayaan pernikahan yang diramaikan oleh musik orgen tunggal, membuat Kopda JN ingin turut berpartisipasi dengan bernyanyi dan menghibur warga yang berdatangan ke lokasi tersebut.

Saat di atas panggung, Kopda JN tiba-tiba dikeroyok lima orang tak dikenal. Salah satu pelaku bahkan melukai korban dengan pisau.a tusukan beda tajam yang mengenai kepala dan dadanya, membuat tubuh korban langsung terjatuh dan bersimbah darah. Para pelaku langsung melarikan diri di tengah keramaian setelah melihat tubuh korban tersungkur lemah.

Warga sempat membawa Kopda JN ke Rumah Sakit (RS) Islam At-Taqwa Gumawang Belitang OKU Timur. Namun nyawa korban tidak bisa tertolong lagi.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, para anggotanya sudah mengejar ke lima pelaku pengeroyokan dan pembunuhan tersebut.

"Memang benar ada kejadian tersebut, korban merupakan anggota (TNI) tersebut meninggal dunia. Kita sedang mencari para pelaku, semoga cepat tertangkap dan segera diproses," katanya kepada Liputan6.com, Rabu (30/1/2019).

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan mengatakan, Tim Denpom dan Polres OKU Timur sedang menyelidiki aksi pembunuhan ini.

"Korban merupakan anggota Puslatpur Angkatan Darat (AD). Saat acara itu, mendadak ada yang mengeroyok. Salah satunya yang menusuk tubuh korban pakai senjata tajam," ujarnya.

Luka tusukan yang sangat parah, membuat nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Jenaszah korban juga sudah diserahkan pihak keluarga untuk dimakamkan di kawasan Sumsel.

Kapendam II/Sriwijaya berjanji timnya akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk motif pengeroyokan hingga menewaskan salah satu anggotanya tersebut.

Simak juga video pilihan berikut ini: