Bagaimana Nasib 3 Nelayan Terombang-ambing di Atas Kotak Fiber di Pulau Nikoi?

Oleh Liputan6.com pada 27 Jan 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 29 Jan 2019, 15:13 WIB
Ilustrasi terombang-ambing di laut. (Facebook Indonesian Consulate Osaka)

Liputan6.com, Tanjung Pinang - Tiga nelayan terombang-ambing dengan menggunakan kotak fiber di antara perairan Pulau Nikoi dan Batu Malang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (27/1/2019).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang, Budi Cahyadi mengatakan, berdasarkan informasi tiga nelayan tersebut menggunakan perahu dengan kapasitas mesin 3 GT.

Perahu tersebut dilaporkan tenggelam sehingga ketiga nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan kotak fiber yang berapung dibawa gelombang.

Tiga nelayan itu bernama Jupri, Andi dan Ande. Jupri, warga Galang Batang menjadi tekong saat melaut. "Ande juga warga Galang Batang, sedangkan Andi, warga kawal," ujarnya dilansir Antara.

Budi mengatakan pihaknya dalam kondisi siaga sejak awal mendapat informasi tersebut. Namun sebelum mengerahkan petugas dan KN Bhisma, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menggali informasi dan data yang akurat.

Informasi yang diperoleh sejak pagi masih simpang siur.

"Ada yang mengatakan sudah diselamatkan di Tanjung Berakit, ada pula yang mengatakan belum. Akhirnya kami mendapat informasi dari Ketua RT Galang Batang, yang menyatakan korban masih berada di tengah laut," ucapnya.

Mendapat informasi itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengerahkan KN Bhisma dan sejumlah petugas penyelamat. "Kami segera melakukan pencarian," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Bintan Apri Sujadi sudah memperingatkan nelayan untuk tidak melaut jika cuaca buruk. Dalam beberapa bulan terakhir cuaca buruk saat musim angin utara.

"Kami juga mengimbau wisatawan untuk tidak berenang dan melakukan kegiatan olahraga air lainnya saat gelombang tinggi dan angin kencang," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: