Rentetan Bencana Melanda Aceh Akibat Cuaca Buruk

Oleh Rino Abonita pada 22 Jan 2019, 14:02 WIB
Diperbarui 22 Jan 2019, 14:02 WIB
Cuaca Buruk Cengkeram Serambi Makkah hingga Februari
Perbesar
Cuaca buruk Aceh hingga Februari menyebabkan potensi banjir dan puting beliung. (Liputan6.com/Rino Abonita)

Liputan6.com, Aceh - Cuaca buruk terjadi di wilayah Aceh beberapa hari ini. Kondisi ini menyebabkan terjadinya sejumlah bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, hingga kapal tenggelam.

Informasi diterima Liputan6.com, sebuah perahu bermotor yang mengangkut rombongan zikir tujuan Pulau Banyak, karam di muara Kuala Baru, Kecamatan Kuala Baru, Senin, 21 Januari 2019. Beruntung semua penumpang selamat dan telah dievakuasi ke Pendopo Camat Kula Baro.

Kapal tersebut karam karena cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil. Daratan kabupaten ini dilanda hujan deras disertai angin kencang, sementara ombak berkecamuk di tengah lautan.

Pada hari yang sama, angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan di Kabupaten Aceh Jaya. Satu rumah warga di Desa Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti rusak akibat tertimpa pohon.

"Satu unit rumah tertimpa pohon tumbang di bagian atap atas nama Ilyas Is. Korban terdampak 1 Kepala Keluarga (KK), 3 jiwa," sebut Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek, kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Kemarin, hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah. Longsor menyebabkan jalan yang menjadi penghubung antarkabupaten putus total sehingga lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.

Jalur utama tidak memungkinkan dilewati kendaraan karena terdapat bagian jalan ambles sepanjang 11 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter, ditambah pinggir jalan tergerus sepanjang 50 meter. Selain itu, aspal yang ambles terlihat membentuk ceruk hingga 8 meter.

Menjelang tengah malam, petugas masih melakukan penjagaan di lokasi jalan ambles di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pisam, Minggu malam. Saat itu, masih terdapat pengendara yang tidak tahu ada jalan ambles.

Sebelumnya, Minggu pagi, angin puting beliung menerbangkan atap rumah seorang warga di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Rumah tersebut milik perempuan bernama Samsiah (60).

 

2 dari 2 halaman

Prediksi BMKG

BMKG
Perbesar
BMKG menjelaskan soal gempa Situbondo. (Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

Pengamat Cuaca dan Pemerhati Iklim BMKG Aceh Besar, Dea Rimasilana mengungkap, cuaca buruk masih akan berlanjut hingga Februari mendatang. Stasiun Klimatologi Aceh Besar memperkirakan curah hujan tinggi akan terus terjadi di sejumlah tempat.

"Pada Februari mendatang, khususnya di wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil dengan rentang curah hujan 200 mm hingga 400 mm per bulan," ungkap Dea, kepada Liputan6.com

Dea mengimbau agar selalu waspada. Tindakan mitigasi, menurutnya, perlu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir dengan dampak yang lebih besar.

"Ketika hujan lebat hindari daerah dengan pepohonan tinggi dan daerah rawan longsor," ujarnya.

Sebelumnya, sebut Dea, banjir terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara pada 15 Januari lalu. Curah hujan sebelum terjadi banjir antara tanggal 10 hingga 14 Januari mencapai 100 mm, sedangkan pada 15 Januari curah hujan mencapai 150 mm dalam sehari.

"Akumulasi curah hujan 150 mm per hari, jika dibagi per jam, artinya setiap jamnya curah hujan turun sebesar 6,2 mm, dan kondisi tanah tidak mampu lagi menampung curah hujan sebanyak itu sehingga terjadi banjir," dia memungkasi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓