Petugas Berjaga di Jalan Penghubung Bireun-Takengon yang Ambles

Oleh Rino Abonita pada 21 Jan 2019, 07:02 WIB
Diperbarui 21 Jan 2019, 07:02 WIB
Jalan penghubung Bireun-Takengon Ambles
Perbesar
Jalan penghubung Bireun-Takengon Ambles (Liputan6.com/Rino Abonita)

Liputan6.com, Aceh - Menjelang tengah malam, petugas masih melakukan penjagaan di lokasi jalan ambles di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pisam, Minggu malam.

Masih terdapat pengendara yang tidak tahu soal amblesnya jalan tersebut, sehingga ada saja yang mencoba melewati.

Jalan yang menjadi penghubung Kabupaten Bireuen dengan Takengon ini putus total.

Jalur utama ini tidak memungkinkan dilewati kendaraan karena terdapat bagian jalan ambles sepanjang 11 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter, ditambah pinggir jalan tergerus sepanjang 50 meter

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas mengalihkan arus lalu lintas ke jalur lain. Para pengendara terpaksa memutar beberapa kilometer untuk mengambil jalur alternatif.

"Banyak pengguna jalan yang masih melewati jalan ambles ini, dan terpaksa harus memutar arah. Untuk pengguna jalan, agar mengambil jalur Pante Raya- Kompleks Perkantoran Pemda-SP. Teritit," kata Sekretaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Mukhtar kepada Liputan6.com, Minggu, 20 Januari 2019, malam.

Terdapat gorong-gorong di bagian bawah jalan yang tersumbat. Hujan deras membuat tekanaan air yang melewati gorong-gorong tersebut semakin kuat dan menggerus tanah sehingga menyebabkan longsor.

"Pada 2017 lalu, kalau tidak salah pernah putus. Tampaknya itu lagi yang tersumbat dan itu yang terbawa oleh air," ungkap Mukhtar.

2 dari 2 halaman

Jalur Alternatif

Petugas berjaga di jalan ambles Aceh
Perbesar
Petugas berjaga di jalan ambles Aceh (Liputan6.com/Rino Abonita)

Dinas Perhubungan setempat sudah memasang tanda di sejumlah titik agar pengendara mengambil jalur alternatif selama jalan tersebut diperbaiki.

Untuk mencapai jalan alternatif, pengendara harus menempuh jarak lebih kurang 3 kilometer dari jalan utama.

Sebelumnya, hujan berdurasi 5 jam lebih menyebabkan longsor di kilometer 85 Bener Meriah pada Minggu siang. Pinggir jalan yang amblas terlihat membentuk ceruk hingga 8 meter, dan membuat siapa saja yang melihat bergidik.

Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Biasanya, jalur tersebut padat kendaraan karena menjadi akses utama yang menjadi penghubung antarkabupaten.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓