Sikka Juga Indonesia, Heroisme Tagana Menyiasati Jembatan Putus

Oleh Amar Ola Keda pada 20 Jan 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 20 Jan 2019, 13:00 WIB
Banjir bandang

Liputan6.com, Kupang - Dua jembatan di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT putus akibat diterpa banjir bandang. Dua jembatan putus itu adalah jembatan Dagamage dan Jembatan Magerepu di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka..

Salah satu warga desa Kolisia, Benediktus Bronfil mengatakan, jembatan itu berstatus jalan propinsi yang menghubungkan tiga kabupaten yakni Sikka, Ende dan Nagekeo. Dia mengaku wilayah itu sudah menjadi langganan banjir sejak 2018 lalu.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki.

"Ini menghubungkan tiga kabupaten," kata Benediktus kepada Liputan6.com, Sabtu (19/1/2019).

Jembatan Sikka selalu rusak tiap musim hujan. Tiap ada pemilihan umum, keluhan itu disampaikan dan dicatat.

"Mereka datang memotret. Selebihnya ya gitu aja," katanya.

Warga merasa dianaktirikan dan hanya dimanfaatkan suaranya tiap pemilu. Bahkan menurut Khasmi, warga Magepanda, Kabupaten Sikka, kondisi jembatan tahun ini lebih parah dibanding sebelumnya. Untuk menyeberang jembatan itu, warga harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Sangat sulit kalau mau menyeberang banjir sambil membawa barang dan menggendong anak. Terpaksa harus sewa orang untuk angkat barang," katanya.

2 dari 2 halaman

Heroisme Tagana

Banjir bandang
Salah satu personil Tagana Sikka sedang menggendong seorang lansia yang terkepung banir bandang (Liputan6.com/Ola Keda)

Ada kisah dari Tagana Kabupaten Sikka. Beni Pius Daga, salah satu anggota Tagana Kabupaten Sikka menuturkan, sejak banjir bandang melanda wilayah itu, dia bersama rekannya selalu berada di lokasi itu. Mereka menolong siapapun yang hendak menyeberang.

"Warga lansia, sakit, balita dan perempuan, kita gendong menyebrang," kata Beni kepada Liputan6.com, Sabtu (19/1/2019).

Meski mereka menantang badai, kata Beni, ia bersama tim tetap berada di lokasi mengevakuasi warga tiga kabupaten yang hendak melintas. Untuk mengatasi hal itu, Tagana membuka akses alternatif untuk memperlancar akses transportasi.

Namun bagaimanapun, Pemda harus segera memperbaiki jembatan karena jalur alternatif hanya sementara. Ia menambahkan, sejak warga diterjang banjir, Bupati Sikka, Robbi Idong bersama dinas terkait sudah memantau langsung kondisi itu.

Pantauan Liputan6.com, Sabtu (19/1/2019) pagi hingga sore, selain jembatan, badan jalan pun putus disapu banjir. Warg yang hendak ke kota Maumere dan beberapa daerah lainnya di wilayah pantura terpaksa menyeberang melewati sungai Dagemage. Beberapa warga yang sedang sakit, bayi dan beberapa lansia harus digendong saat melintas di lokasi itu.

Tim Tagana dibantu warga terpaksa membuka jalur alternatif yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat dan roda enam sama sekali tidak bisa menyeberangi karena tidak ada jalur alternatif.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sikka, Polsek Nita, dan Pospol Ndete dikerahkan ke jalur alternatif. Personil Tagana Sikka yang bersiaga di tempat ini ikut membantu warga yang hendak melintas.

Belum bisa dipastikan kondisi ini diatasi. Hingga kini, belum tampak pejabat dari Pemprov NTT atau pun instansi terkait dari propinsi mendatangi lokasi itu.

Simak video pilihan berikut :

Lanjutkan Membaca ↓