Merinding, Perang Tagana vs Tawon Gajah

Oleh Muhamad Ridlo pada 13 Jan 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 13 Jan 2019, 17:00 WIB
Sarang tawon Gajah di Balai Rehabilitas Eks Psikotik, Pemalang. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Sarang tawon Gajah di Balai Rehabilitas Eks Psikotik, Pemalang. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Pemalang - Taruna Tanggap Bencana (Tagana), sesuai namanya lebih fokus pada penanganan kebencanaan. Akan tetapi, seiring perkembangannya, Tagana juga memiliki unit-unit khusus, salah satunya, untuk mengevakuasi sarang tawon.

Belakangan, tawon memang menjadi momok masyarakat. Lokasi sarang yang kadang berdekatan dengan permukiman membuat risiko sengatan tawon meningkat.

Dalam kondisi apapun, Tagana mesti tanggap dan siap jika diminta bantuan oleh masyarakat. Karenanya, Tagana Banyumas punya Tim Operasi Tangkap Tawon alis OTT Tawon.

Tak terhitung jumlah sarang tawon yang telah berhasil dievakuasi oleh tim ini. Dalam sepekan terakhir saja, setidaknya tim OTT Tagana telah mengevakuasi lima sarang tawon berukuran jumbo.

Rata-rata, ukuran sarang yang dievakuasi besar. Semakin besar sarang tawon, semakin banyak pula populasinya. Semakin banyak tawon, risiko bahaya serangan juga meningkat.

Kehandalan Tim OTT Banyumas rupanya telah dikenal luas masyarakat. Tak hanya di Banyumas, bahkan, baru-baru ini, tim OTT Tagana Banyumas secara khusus diundang ke Pemalang untuk mengevakuasi sarang tawon Gajah.

Ukurannya tidak main-main. Besar sarang lebih dari semeter. Jika sukar membayangkan, ukuran sarang tawon ini kira-kira sebesar gong di kelompok gamelan. Populasinya diperkirakan ratusan atau bahkan ribuan ekor.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik Samekto Karti, Sudarman mengatakan, sarang tawon Gajah itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan. Ketika itu, petugas bernama Pandu tengah membersihkan halaman belakang balai.

Simak video menarik berikut:

 

2 dari 3 halaman

Trik Taklukkan Tawon Ganas

Tim Operasi Tangkap Tawon  atau OTT Tagana Banyumas mengevakuasi sarang tawon Gajah di Pemalang. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Tim Operasi Tangkap Tawon atau OTT Tagana Banyumas mengevakuasi sarang tawon Gajah di Pemalang. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)

Sebagian penghuni balai rehabiltasi adalah eks psikotik. Tentu berbahaya jika tanpa sadar mereka memegang ataupun melempar sarang tawon ini.

"Tentunya kami sebagai pengelola Balai khawatir terhadap hal ini. Oleh karena itu, melalui Pak Asep Taufik Hidayat, meminta bantuan Tagana yang memiliki kemampuan mengamankan sarang lebah," ucapnya, dikutip dari keterangan tertulis Tagana Banyumas, Minggu, 12 Januari 2019.

Merespon permintaan bantuan ini, regu khusus penanganan tawon diberangkatkan ke lokasi. Selasa, 8 Januari 2018, Tim OTT Banyumas berangkat ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik Samekto Karti Pesadangan, Ujunggede, Ampelgading, Comal Kabupaten Pemalang.

"Kami sengaja memilih malam hari, karena pada saat malam, seluruh lebah ada di dalam sarangnya, tidak bisa terbang leluasa karena gelap," kata Heriana Ady Chandra, Komandan Tagana Banyumas.

Sesampai di balai ini, tim OTT memastikan jumlah dan posisi tawon. Disiapkan kapas yang dicelup minyak. Dengan kapas minyak ini, lubang sarang tawon disumpal.

"Tunggu selama 15 menit, lebah akan pingsan, kemudian baru diunduh," ucapnya.

Tetapi, di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik Samekto Karti ini, tim OTT Tagana benar-benar diuji. Lubang sarang tawon memang hanya satu, tetapi ukurannya sangat besar. Diduga sudah ada yang melempari sarang ini.

 

3 dari 3 halaman

Ditutup Sarung

Serangan Tawon Vespa Affinis
Perbesar
Sengatan tawon jenis Vespa Affinis atau tawon endhas telah menewaskan 7 orang di Klaten.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Letak sarang tawon Gajah ini pun sulit. Banyak dahan yang menutup lubang sehingga menyulitkan penyumpalan dengan kapas.

Tak kehabisan akal, tim Tagana menggunakan kain sarung. Akan tetapi, lantaran lubangnya yang memang benar-benar besar, tetap saja ada tawon yang keluar sarang dan mengamuk petugas yang dianggap mengganggu sarangnya.

"Petugas kami tiga orang ada yang tersengat. Pak Sodikun tersengat dua, Pak Rasim empat dan Pak Darsono bagian Dokumentasi terkena satu sengatan," ucap Ady.

Beruntung, dampak yang ditimbulkan tak terlampau parah. Efek sengatan hanya terjadi pembengkakan pada bagian yang tersengat.

Aksi tim OTT Tagana Banyumas berlanjut keesokan harinya. Pada Rabu, 9 Desember 2019, secara berurutan dua sarang tawon Engang di Rumah Ibu ani RT 5/6 Pabuaran, Purwokerto Utara dan Lapangan Tenis MA Negeri 2 Banyumas, di Berkoh, Purwokerto Selatan.

Masih-masing berukuran 60 sentimeter dan 80 sentimeter. Kedua operasi tangkap tawon itu sukses tanpa insiden.

Lanjutkan Membaca ↓