Cerita di Balik Pembongkaran Makam Karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo

Oleh Arfandi Ibrahim pada 13 Jan 2019, 00:01 WIB
Beda pilihan, kuburan dibongkar

Liputan6.com, Gorontalo - Menjelang Pilpres 2019, tensi politik di berbagai daerah memanas, bahkan efeknya hingga ke masrayarakat di tingkat Desa. Di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, akibat beda pilihan pada pemilihan legislatif mendatang dua makam terpaksa dibongkar dan dipindahkan.

Pantauan Liputan6.com, Sabtu (12/1/2019) isak tangis keluarga Abdusalam Pomontolo pecah saat satu persatu tulang belulang mulai diangkat dari liang lahat untuk dipindahkan. Dua kuburan itu masing-masing atas nama Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah.

Awalnya, pemilik lahan bernama Awano Hasan mengajak keluarga Abdulsalam Pomontolo untuk memilih calon legislatif berdasarkan arahannya. Namun, Abdul Salam beserta keluarganya menolak dengan alasan sudah punya pilihan.

"Awano Hasan yang merupakan pemilik lahan sempat melontarkan kata-kata kepada kami, kalau tidak mau ikut pilihannya maka silahkan pindahkan kuburan keluarga kalian yang ada ditanah saya," ungkap Abdul Salam Pomontolo.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut sering dilontarkan Awano. Bahkan satu waktu Awano mencaci keluarganya.

Mediasi sempat difasilitasi oleh pemerintah desa setempat namun tidak membuahkan hasil. Pemilik lahan ngotot agar kedua makam dipindahkan.

"Ia (Awano) kemudian memblokade pintu masuk menuju kuburan, jadi dua kuburan ini kami pindahkan," kata Abdul.

Sementara itu Kepala Desa Toto Selatan, Gorontalo, Taufik Baladraf membenarkan ada pemindahan dua kuburan. "Iya benar. Kami sudah berusaha melakukan mediasi dan hasilnya kuburan tersebut tetap dipindahkan," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: