Misteri Babi Hutan di Atas Rumah Warga Garut

Oleh Jayadi Supriadin pada 11 Jan 2019, 03:00 WIB
Ilustrasi babi ngepet penghasil uang

Liputan6.com, Garut - Sebuah akun Facebook milik Sandy Santiko mengenai kemunculan seekor babi hutan di atas rumah warga di Kampung Cisanggiri, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, bikin heboh warga.

Awalnya warga menduga babi itu merupakan babi jadi-jadian alias babi ngepet. Namun, setelah dikonfirmasi ke petugas kepolisian, ternyata babi hutan biasa. "Enggak ada itu babi ngepet," ujar Kapolsek Cibalong AKP Ridwan Tampubolon, Rabu, 9 Januari 2019.

Ridwan mengatakan, informasi mengenai dugaan kemunculan babi ngepet itu cukup meresahkan masyarakat, sehingga dibutuhkan upaya tabayun untuk meyakinkan informasi yang berkembang.

"Check and recheck dulu informasinya. Kalau infonya belum jelas, kemudian disebarkan bisa jadi orang salah menafsirkan," ujarnya.

Menurut Ridwan, lembaganya tengah menyelidiki mengenai dugaan babi ngepet itu, terlebih kondisi yang tidak biasa, yakni babi hutan tengah berada di atas rumah warga. Namun, akibat menyerang sejumlah warga, akhirnya babi hutan itu mati ditembak petugas.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah memercayai informasi yang belum tentu nilai kebenarannya, serta melakukan upaya koreksi atau konfirmasi, termasuk soal hal yang berbau tahayul.

 

2 of 2

Video Babi di Atas Rumah Viral

Babi Hutan atau Celeng
Ilustrasi Foto Babi Hutan atau Celeng (iStockphoto)

Ada dua video berkaitan yang diunggah sang pemilik akun Sandy Santiko. Video pertama berdurasi 11 detik, yang menunjukan seekor babi di atas rumah warga yang tengah dikepung beberapa warga hingga akhirnya terjatuh.

"Duka ti mana asal usulna, duka kumaha mimitina, jeung duka timana datangna. Aya BAGONG mogok dina suhunan. (Entah dari mana asalnya, entah bagaimana awalnya, dan entah dari mana datangnya. Ada babi hutan berhenti di atap rumah)," ujar pemilik akun Sandy Santiko dalam unggahannya.

Sedangkan, video kedua berdurasi 1 menit 5 detik, yang berisi kemarahan warga dengan mengepung babi hutan tersebut, hingga akhirnya dikeroyok ramai-ramai oleh warga. Akhirnya babi itu berdarah penuh luka. "Ini bagong badag sekali (Ini babi hutan besar sekali)," ujar salah seorang warga dalam video itu.

Ragam komentar langsung menyeruak. Sebut saja akun Lina Rosemary dalam kolom komentarnya, "Lain di garebugan kudu namah ditungkupan ku sarung lamun eta bagong ngepet rubah gera (Bukan dipukulin, namun harusnya ditangkap menggunakan sarung. Jika itu babi ngepet nanti bakal berubah)". 

Ataupun komentar Budi Doremifasol dalam akunnya yang meyakini itu adalah babi ngepet. "Babi ngepet jigana. Maenya bisa hiber ka luhur (Babi ngepet sepertinya. Masak, bisa terbang ke atas),".

Sejak pertama diunggah pada Senin, 7 Januari 2019 lalu, video tersebut telah disukai 860 orang dan sudah dibagikan lebih dari 3 ribu kali. Beragam komentar menghiasi unggahan itu, tak sedikit komentar mereka menyebutnya sebagai babi ngepet.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓