Satu Dekade Majelis Sastra Bandung Gelar Baca Puisi dan Doa Bersama

Oleh Huyogo Simbolon pada 08 Jan 2019, 21:00 WIB
Pengajian sastra yang digelar Majelis Sastra Bandung.

Liputan6.com, Bandung Pengajian sastra yang digelar Majelis Sastra Bandung (MSB) sudah berlangsung 10 tahun. Untuk memperingati hari lahirnya, MSB sudah menyiapkan kegiatan peringatan.

Acara ulang tahun ke-10 MSB rencananya akan berlangsung 25 Januari 2019 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung.

Namun, dalam peringatan nanti tak semeriah acara ulang tahun sebelumnya. Mengingat negeri ini sedang dirundung banyak bencana.

"Tadinya kami akan membuat penghargaan untuk pak Saini KM. Tapi karena hal lain acara itu kami tunda," kata Rois'Am Majelis Sastra Bandung, Matdon, kepada Liputan6.com, Selasa (8/1/2019).

Adapun acara nanti, lanjut Matdon, hanya pembacaan puisi dan musik serta doa dari sejumlah penyair dan musisi Bandung.

"Mungkin tidak semeriah peringatan seperti yang sudah-sudah. Tapi kami yakin ini akan sangat khidmat mengingat Indonesia saat ini tengah dilanda berbagai bencana, terutama bencana politik," ujar Matdon mengacu pada perang opini yang tak produktif yang dilancarkan dua kubu kontestan Pilpres 2019.

Sejumlah seniman yang akan tampil mengisi acara antara lain Adew Habsta, Ganjar Noor, Dian Harun, Mukti Mukti, Yuatia, Opik Rozenski, Miranti dan lain lain. Matdon mengharapkan, penggemar sastra Bandung bisa menghadiri acara tahunan ini.

Dalam peringatan ulang tahun sebelumnya, Majelis Sastra Bandung memang kerap menggelar peringatan dengan berbagai acara kesenian mulai wayang golek, konser dangdut, sampai mendatangkan tokoh sastra.

MSB sendiri merupakan komunitas sastra nirlaba, berdiri 25 Janurai 2009. Didirikan oleh pegiat sastra seperti Dedy Koral, Aendra Medita, Hermana HMT, Hanief, Ayi Kurnia dan Yusef Muldiyana.

Aktivitas rutin komunitas yang mengusung jargon sebagai 'Ruang Sastra yang Sebenarnya' ini ialah pengajian sastra. Selama satu dekade, sudah 90 kali pengajian sastra dilaksanakan MSB.

Kelas sastra tersebut digelar dengan cita-cita menggali kembali gairah para penyair muda Bandung, menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi yang pernah hidup beberapa waktu lalu. Adapun pengajian sastra berlangsung rutin sebulan sekali, berisi diskusi sastra dengan tema beragam, mulai mengkaji ilmu dan pengetahuan tentang sastra yang di dalamnya meliputi puisi, novel, cerpen, teater, flm, musik dan sebagainya.

Beberapa penyair “menghidupkan” majelis ini mulai dari Acep Zamzam Noer, Afrizal Malna, Binhad Nurohmat, Ahmad Subbanudin Alwi, Hawe Setiawan, Soni Farid Maulana, Syafrina Noorman, Imam Abda, Ahda Imran, Irfan Hidayatullah, Eriyanti Nurmala Dewi, Nenden Lilis Aisyah, Septiawan Santana, Yopi Setia Umbara, Herri Maja Kelana, Anwar Kholid, Sosiawan Leak, Zabidi Zay, dan sejumlah sastrawan nasional lainnya.

Meskipun masih sedikit memberikan sumbangsihnya pada dunia sastra, tapi paling tidak, MSB telah berupaya semaksimal mungkin untuk mempunyai arti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara lewat sastra.

"Misalnya kami turut mencerdaskan bangsa lewat lomba nulis puisi, cerpen dan atau memberikan pelajaran gratis tentang sastra pada siswa," kata Matdon menambahkan.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lucunya Ekspresi Anjing Laut saat Diajak Foto Bareng

Tutup Video