Saat Wali Kota Risma Berhadapan dengan 3 Pelajar Mabuk di Surabaya

Oleh Dian Kurniawan pada 06 Jan 2019, 01:04 WIB
Risma berhadapan dengan pelajar mabuk

Liputan6.com, Surabaya - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mendapati 3 pelajar Surabaya yang baru mengkonsumsi minuman keras, Sabtu (5/1/2019) dini hari tadi. Mereka pun dibawa ke Mako Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberi bimbingan.

Mendengar informasi itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma langsung mendatangi Mako Satpol PP. Meski duduk di kursi roda, Risma siap mengahadapi tiga pelajar itu.

Risma pun bertatap muka dengan ketiga pelajar. Dia menegaskan, minuman keras berpotensi merusak saraf. Apabila saraf otak mati, maka akan kesulitan untuk berpikir.

"Sekali minum-minuman keras itu, maka satu juta sel sarafmu mati. Apabila diterus-teruskan nanti tidak bisa mikir dan jadi bodoh," kata Risma.

Risma pun memanggil orang tua ketiganya dan pihak sekolah. Setelah orang tua masing-masing pelajar datang, Risma meminta tiga pelajar itu untuk meminta maaf dengan mencium kaki orang tuanya.

"Cium kakinya. Kalian juga harus berjanji tidak minum-minuman lagi," ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan tiga pelajar itu terjaring yustisi yang dilakukan oleh tim Asuhan Rembulan Satpol PP Kota Surabaya. Mereka terjaring dini hari tadi sekitar pukul 04.40 WIB di Jalan Tanjung Anom, Gubeng, Surabaya.

"Setelah kami dalami, ternyata mereka minum-minuman di kafe kawasan Banyuurip," kata Irvan di kantornya.

 

Pihaknya juga berencana melakukan penyisiran ke lokasi tempat ketiga pelajar minum-minuman keras. "Semoga tidak ada lagi pelajar yang kedapatan minum-minuman," harapnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Chandra Oratmangun mengaku pemanggilan orang tua dan pihak sekolah untuk bersinergi memberikan pendampingan kepada mereka.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua di Surabaya untuk mengawasi anak-anaknya supaya tidak mengenal miras.

"Anak-anak ini tugasnya hanya mempersiapkan masa depan mereka supaya sukses dan mempersiapkan masa depan bangsa ini," ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak Surabaya untuk memanfaatkan lapangan olahraga dan free wifi yang sudah tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya.

Saksikan video pilihan berikut ini: