Misteri Peluru Nyasar yang 'Bertamu' pada Malam Hari

Oleh Andri Arnold pada 03 Jan 2019, 00:00 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 00:00 WIB
Peluru Nyasar
Perbesar
Mesyke Samaun (40) warga kelurahan Limba UI kota Gorontalo menunjukan plafon kamarnya yang tertembus peluru pada 1 Januari 2019 pukul 02.00 WITA. (Andri Arnold/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Dengan langkah terpincang, Meiske Samaun, (40) warga kelurahan Limba UI Kota Gorontalo, masuk ke dalam kamarnya. Ia menunjukkan sebuah lubang di bagian atas plafon kamarnya yang tertembus peluru. Peluru nyasar itulah yang melukai paha kirinya sehingga membuat ibu dua orang anak itu kesulitan berjalan. 

Meiske menceritakan kejadian itu terjadi pada 1 Januari 2019 sekitar 02.00 WITA dini hari. Ia yang tengah terlelap tidur di kamar terbangun karena merasakan perih di bagian paha kiri. 

"Saya lihat sudah memar biru. Saya pikir digigit hewan," tutur Meiske.

Setelah melaporkan kejadian itu kepada suaminya yang tengah bekerja, ia mengaku langsung tidur kembali karena belum mengerti kalau luka yang dialaminya akibat terjangan peluru nyasar

"Baru setelah suami saya pulang, suami saya membereskan tempat tidur dan menemukan proyektil peluru ada di balik selimut," ungkap Meiske.

Merasa curiga suami Meiske kemudian memeriksa bagian kamar dan didapati ada lubang di bagian plafon kamar dan di atap rumah. 

"Lubang itu cocok dengan ukuran proyektil peluru yang kami temukan," kata Meiske.

Rizal (41), suami Meiske mengatakan, kejadian yang menimpa istrinya sudah dilaporkan ke Polres Gorontalo Kota. Ia merasa yakin luka yang dialami oleh istrinya itu diakibatkan oleh proyektil peluru yang mereka temukan.

"Proyektilnya sudah diserahkan ke polisi," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo kota, AKP Handy Seno Nugroho mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi tentang dugaan proyektil peluru yang dilaporkan warga. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sumber dugaan proyektil peluru nyasar itu berasal dari atap rumah.

"Kita belum bisa memastikan jenis barang bukti itu, karena masih harus melakukan uji labfor dulu," ungkap Handy singkat.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: