Berkah Limpahan Pengunjung Wisata Taman Cikembulan Garut

Oleh Jayadi Supriadin pada 02 Jan 2019, 05:03 WIB
Diperbarui 02 Jan 2019, 05:15 WIB
Pengunjung Taman Cikembulan Garut tengah menikmati suasana taman

Liputan6.com, Garut - Taman satwa Cikembulan Garut, Jawa Barat mendapat limpahan pengunjung dari adanya imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Seperti diketahui, lembaga negara itu melarang warga mendekati pantai saat liburan panjang pergantian tahun berlangsung.

"Naiknya 10 kali lipat dibanding hari biasa," ujar Pengelola Taman Satwa Cikembulan Rudi Arifin, saat ditemui Liputan6.com, Selasa (1/1/2019).

Menurut Rudi, himbauan BMKG diakuinya memberikan dampak pada jumlah pengunjung. Namun Rudi menyatakan, jika lonjakan pengunjung merupakan fenomena biasa saat liburan panjang pergantian tahun.

"Dampak itu (Himbauan BMKG) memang ada, tetapi memang kenaikan pengunjung juga dipengaruh faktor lain," kata dia.

Ia menyatakan, rata-rata jumlah kunjungan per hari sekitar 500 orang, namun terhitung liburan natal lalu, jumlah pengunjung terus mengalami lonjakan hingga awal tahun ini.

"Puncaknya kemarin sama hari ini, total ada sekitar 15 ribuan pengunjung yang datang," ujar dia tersenyum.

Hingga kini pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan domestik. Namun tidak menutup kemungkinan banyak pengunjung yang berasal dari luar negeri.

"Terkadang taman satwa kami dijadikan objek penelitian pada peneliti," kata dia.

Wawan, (35), salah satu pengunjung asal Garut Kota mengaku senang bisa membawa keluarganya berlibur. Meski cukup padat, melihat langsung satwa langka dan dilindungi ikut memberikan pengalaman baru.

"Cukup lengkap juga, apalagi saya lihat satwanya juga lincah-menghibur," papar dia.

Saat ini total koleksi hewan yang berada di taman Cikembulan berjumlah sekitar 431 ekor dari sekitar 120 spesies binatang, sedangkan luasan taman yang digunakan sebagai kawasan wisata dan edukasi itu mencapai 4 hektar.

Dengan kondisi itu, Rudi berharap masyarakat bisa menikmati liburan keluarga, sambil ikut berperan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi buah hatinya, dari seluruh hewan yang dikelolal pihak taman satwa.

"Kita pun selalu menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan sekolah untuk kunjungan pendidikan," ujarnya.

2 of 3

Ajak Pelaku Kesenian Daerah

Pengelola Taman Cikembulan Rudi Arifin, melayani pertanyaan wartawan
Pengelola Taman Cikembulan Rudi Arifin, melayani pertanyaan wartawan (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Rudi menyatakan, sejak dibuka pertama kali satu dekade yang lalu, perkembangan taman satwa Cikembulan terus menunjukan pertumbuhan positif. Terhitung jumlah pengunjung terus menambah setiap tahunnya.

Rudi mengakui, sselain sebagai sarana hiburan masyarakat secara murah meriah, kehadiran taman satwa Cikembulan juga mampu memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi masyarakat.

"Yang jelas unsur edukasinya sangat besar sekali," kata dia.

Saat ini rata-rata pengunjung masih didominasi anak-anak dibawah umur dengan kategori pelajar SMP ke bawah, namun seiring adanya kolaburasi pagelaran kesenian daerah. Ia menilai ada pertumbuhan pengunjung dari segmen remaja ke atas.

Untuk itu, dimulai di kuartal terakhir tahun lalu, lembaganya selalu intens menerapkan kerjasama pegelaran seni dengan masyarakat sekitar Garut.

Beberapa pentas seni yang mulai ditampilkan yakni pencak silat, kemudian kesenian sunda dan lainnya. "Kita berharap dengan upaya itu, saling memajukan kedua belah pihak," kata dia.

Ia berharap, dengan adanya terobosan itu, jumlah pengunjung yang datang terus menunjukan peningkatan sehingga bisa berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.

"PAD dari taman satwa lumayan besar, mudah-mudah semakin besar jumlah kunjungan, semakin besar pula sumbangsih kita buat daerah," harap dia.

3 of 3

Harapan Jalan Baru

Kemacetan jalan menuju taman Cikembulan Garut
Kemacetan jalan menuju taman Cikembulan Garut (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Ditengah animo tinggi masyarakat, Rudi memendam harapan agar pemerintah daerah (Pemda) Garut memperhatikan akses jalan menuju kawasan taman satwa.

Saat ini satu-satunya jalan yang digunakan pengunjung, masih menggunakan akses jalan desa dengan lebar 5 meter.

Akibatnya, saat kunjungan melonjak badan jalan tidak bisa menerima limpahan kendaraan secara berlebih, hingga akhirnya terjadi kemacetan cukup panjang.

"Mau bagaimana lagi kita hanya sebatas meminta bersabar kepada pengunjung," kata dia.

Ia berharap dibukanya jalan baru Lingkar Kadungora yang berjarak sekitar 500 meter dari taman satwan, mampu mengajak pemda Garut untuk memfasilitasi pembangunan  jalan baru yang lebih besar ke area taman. “Manfaatnya banyak sekali bagi kedua belah pihak (pemda dan masyarakat),” kata dia.

Ia mencontohkan, dengan adanya jalan baru, maka rombongan pengunjung yang menggunakan kendaraan besar seperti bis dan elf yang berukuran panjang dan medium, bisa langsung masuk ke area taman satwa.

"Sekarang kalau bis gak bisa masuk atau kalau dipaksakan, kendaraan lain otomatis berhenti," ungkap dia.

Sebagai satu-satunya taman satwan di wilayah Jawa Barat bagian selatan, kehadiran taman Cikembulan, mampu menyedot pengunjung yang tidak sedikit, sehingga berpotensi untuk menggairahkan ekonimi masyarakat sekitar.

"Termasuk nanti harga tanah dan ekonomi masyarakat pun bakal meningkat," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓