Menyambut Mentari Pagi Awal Tahun di Tanah Para Dewa

Oleh Muhamad Ridlo pada 01 Jan 2019, 06:06 WIB
Diperbarui 01 Jan 2019, 08:48 WIB
Tiap tahun sekali, Dieng berselimut salju. (Foto: Liputan6.com/Pokdarwis Pandawa/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Wonosobo - Betapa memikatnya Dataran Tinggi Dieng atau Dieng telah melegenda hingga mancanegara. Udara yang sejuk, belaian kabut yang tak mengenal waktu adalah sensasi di tanah para dewa.

Telaga, candi, kawah dan eksotisnya mentari pagi di Bukit Sikunir menjajikan pemandangan, yang barangkali, sukar dilupakan seumur hidup.

Dieng kerap menjadi tujuan wisatawan usai bergelut dengan pekerjaan sehari-hari. Akhir pekan, liburan anak sekolah hingga libur akhir tahun adalah saat yang tepat untuk berkunjung ke wilayah ini.

Lokasinya jauh dari keramaian kota. Dieng adalah salah satu permukiman tertinggi di dunia.

Suasana hening dan tenang itu lah yang di cari para wisatawan. Berlibur di Dieng adalah pilihan untuk menghabiskan libur akhir tahun yang patut dipertimbangkan.

Pada akhir tahun 2018 ini, misalnya, kunjungan wisata ke Dataran Tinggi Dieng (Dieng) naik signifikan. Warga pun memperoleh manfaatnya.

Penginapan atau homestay di Dieng penuh. Kios-kios jajanan khas Dieng, semacam olahan Carica pun ludes terjual.

Di antara beberapa objek wisata penting di Dieng, Bukit Sikunir adalah salah satu yang paling banyak diminati. Keindahan matahari terbitnya telah dikenal luas.

Saksikan video pilihan ini:

2 of 3

Keindahan Matahari Terbit Bukit Sikunir

Menyambut mentari pagi di Bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Menyambut mentari pagi di Bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Dari Bukit Sikunir, Dieng, nampak pegunungan Sindoro, Merbabu, Merapi, hingga Lawu. Sinar matahari pagi yang menyelinap di antara awan dan kabut bak pemandangan yang hanya ada dalam lukisan para seniman.

Pengelola Wisata Bukit Sikunir, Bukhori mengatakan pada libur panjang Natal dan tahun baru ini terjadi peningkatan kunjungan yang sangat signifikan. Okupansi kamar penginapan rata-rata mencapai 100 persen.

Pemesanan kamar oleh wisatawan bahkan sudah dilakukan jauh hari. Tak ayal, wisatawan yang memesan secara mendadak sulit memperoleh kamar.

Untungnya, di luar penginapan reguler, penduduk setempat rela menyewakan kamar-kamar kosong di rumahnya untuk wisatawan. Jika beruntung, wisatawan bisa memperoleh kamar, meski dengan fasilitas khas rumahan.

Bukhori mengakui, selain penginapan yang terdaftar di paguyuban, terdapat pula puluhan homestay dadakan saat libur panjang atau puncak keramaian (peak season). Masyarakat menyewakan kamar-kamar mereka untuk wisatawan yang tak tertampung di penginapan resmi.

"Kunjungan, jadi lima ribuan perhari. Penginapan juga penuh," ucap Bukhori.

Jangan khawatir, meski terjadi lonjakan jumlah kunjungan, akan tetapi paguyuban pengelola penginapan sepakat hanya menaikkan tarif kamar sebesar Rp 50 ribu per malam. Angka yang masih terhitung ekonomis, menilik tingginya kunjungan wisatawan.

Rerata harga kamar di sekitar Bukit Sikunir berkisar antara Rp 200 ribu – Rp 300 ribu. Jika harga kamar normalnya Rp 200 ribu , maka pada libur akhir tahun ini naik menjadi Rp 250 ribu. Begitu seterusnya.

"Sudah kesepakatan, hanya menaikkan tarif kamar sebesar Rp 50 ribu,” dia menambahkan.

3 of 3

Perayaan Tahun Baru 2019 di Dieng

Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Batur, Bajarnegara, Jawa Tengah, ramai dikunjungi wisatawan pada libur akhir tahun. (Foto: Liputan6.com/UPT Dieng/Muhamad Ridlo)
Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Batur, Bajarnegara, Jawa Tengah, ramai dikunjungi wisatawan pada libur akhir tahun. (Foto: Liputan6.com/UPT Dieng/Muhamad Ridlo)

Peningkatan jumlah kunjungan di Dieng juga terjadi di Dieng Kulon, tempat bersemayamnya candi Arjuna dan kawah Sikidang. Dua objek wisata ini juga menjadi favorit wisatawan.

Kepala UPT Dieng Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, rata-rata homestay di Dieng Kulon, atau komplek Candi Arjuna penuh tamu, terutama yang terletak di sisi jalan raya.

Lonjakannya, lebih dari 100 persen dibanding akhir pekan atau hari libur biasa. Bahkan, jika dibandingkan dengan hari biasa, naiknya bisa 40atau 50 kali lipat.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu (23/12/2018) lalu, atau dua hari menjelang hari Natal. Jumlah wisatawan hari itu lebih dari 10 ribu orang.

Hingga Selasa (25/12/2018) kemarin, kunjungan wisatawan pada Minggu adalah yang tertinggi. Sebab, pada Senin dan Selasa, kunjungan wisatawan hanya di kisaran 6.000-an orang, atau hanya naik kisaran 20-an persen dari akhir pekan biasa.

Diperkirakan lonjakan akan kembali terjadi pada hari terakhir tahun 2018, Senin (31/12/2018). Wisatawan bersiap untuk menyembut tahun baru di wilayah yang legendanya adalah tempat bersamayamnya dewa-dewa.

Namun, di luar itu, masih ada penginapan yang tak terdaftar, alias penginapan dadakan. Wisatawan masih bisa mencari penginapan di area ini.

Di Dieng Kulon Kecamatan Batur Banjarnegara, terdapat 180 penginapan yang terdaftar di paguyuban. Di luar yang terdaftar itu, masih ada ratusan penginapan milik penduduk yang juga disewakan untuk menginap wisatawan.

Tetapi, rupanya pemesanan wisatawan juga membuat agenda akhir tahun Dieng terancam tak digelar. Biasanya, pada akhir tahun, masyarakat Dieng bersamawa wisatawan bermalam santai dengan beragam acara meriah, mulai dari pesta kembang api hinggga bakar jagung.

“Soalnya sudah pada pesan penginapan dulu. Jadi tidak bisa paket denga acara perayaan tahun baru,” dia menerangkan.

Meski begitu, informasi yang diperolehnya dari Pokdarwis Pandawa, warga tetap menggelar acara dengan konsep berbeda. Soal skemanya, Aryadi belum mengetahuinya lebih jauh.

Lanjutkan Membaca ↓