Brrr... Sensasi Hujan Pagi Akhir Tahun Bersama Dinginnya Negeri Atas Awan

Oleh Muhamad Ridlo pada 28 Des 2018, 06:00 WIB
Diperbarui 30 Des 2018, 04:13 WIB
Sensasi hujan-hujanan pagi di kompleks Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Aryadi untuk Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banjarnegara - Dataran Tinggi Dieng atau Dieng, Jawa Tengah masih menjadi destinasi sangat diminati wisatawan pada masa libur Natal dan tahun baru 2019 ini.

Suhu dingin, ditambah bulan basah akhir Desember, wilayah berjuluk negeri di atas awan ini menjanjikan sensasi tak terlupakan.

Bahkan, hujan tak menyurutkan langkah wisatawan untuk menjelajah dan meraba candi, atau sekadar berfoto-foto di kompleks Candi Arjuna nan legendaris.

Sensasi hujan di suhu dingin 12 derajat celsius bagi mereka adalah hal langka. Pasalnya, sebagian besar wisatawan Dieng berasal dari luar daerah.

Sebagian, sengaja mampir saat mudik dan lantas bermalam di Dieng. Sebagian lainnya, sengaja datang dari Provinsi tetangga, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Banten.

"Kemarin yang hujan-hujanan itu ada yang dari Tasik. Saking antusiasnya," kata Aryadi Darwanto, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng, Rabu, 26 Desember 2018.

Pada libur Natal dan tahun baru kali ini, kunjungan ke berbagai objek wisata di Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah memang naik signifikan dibanding hari-hari biasa.

Lonjakannya, lebih dari 100 persen dibanding akhir pekan atau hari libur biasa. Bahkan, jika dibandingkan dengan hari biasa, naiknya bisa mencapai 40 atau 50 kali lipat.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu, 23 Desember 2018 lalu, atau dua hari menjelang hari Natal. Jumlah wisatawan Dieng hari itu lebih dari 10 ribu orang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 2

Penginapan di Dieng Nyaris Penuh Hingga Awal Tahun

Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Aryadi untuk Muhamad Ridlo)
Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Aryadi untuk Muhamad Ridlo)

Hingga Selasa, 25 Desember 2018 kemarin, kunjungan wisatawan pada Minggu merupakan yang tertinggi. Sebab, pada Senin dan Selasa, kunjungan wisatawan hanya pada kisaran 6.000 orang, atau hanya naik kisaran 20 persen dari akhir pekan biasa.

"Paling tinggi itu ya Minggu tanggal 23 itu. Sampai macet. Kalau sini wisatawan lebih dari 10 ribu pasti ada kemacetan," dia menerangkan.

Objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah kawasan Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Kawasan ini memang berada di zona utama Dieng.

Objek wisata lain di zona dua, misalnya Kawah Candradimuka, Kawah Sileri, Telaga Merdada, dan Sumur Jalatunda juga banyak dikunjungi, tetapi masih kalah jauh dari dua destinasi utama Dieng itu.

"Tiket tidak naik ya. Tetap 15 ribu untuk Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Kawah Candra dan lainnya Rp 5.000 per orang," ucapnya.

Tingginya kunjungan wisatawan juga berdampak positif untuk para pengelola penginapan di Dieng. Nyaris seluruh penginapan di Dieng nyaris penuh. Dari kisaran 500 homestay yang ada di Dieng, tingkat okupansinya berkisar 80 persen.

"Kalau yang di pinggir-pinggir jalan sudah habis. Kalau yang terdaftar ada 180 homestay. Tapi yang tidak terdaftar lebih banyak. Itu kan tersebar di Dieng Kulon sampai Sembungan," dia menjelaskan.

Aryadi memperkirakan, tingginya kunjungan wisatawan ke Dieng masih akan bertahan hingga 1 Januari 2019 mendatang. Bahkan, ada kemungkinan kembali terjadi lonjakan pada Sabtu, Minggu, dan Senin antara tanggal 29 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Dibanding libur Natal dan tahun baru 2018 lalu, kunjungan wisatawan tahun ini juga meningkat kisaran 20 persen. Hal ini, menurut dia, dipengaruhi oleh libur Natal tahun baru yang tiba bersamaan dengan libur sekolah.

Untuk mengantisipasi kemacetan, UPT Dieng dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Kulon juga berkoordinasi dengan kepolisian. Hal itu, dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan di tengah membludaknya wisatawan.

Lanjutkan Membaca ↓