Ketika Lambaian dan Ungkapan Rindu Jadi Pertanda Kepergian Istri Ade Jigo

Oleh Nefri Inge pada 26 Des 2018, 03:03 WIB
Firasat Keluarga Istri Ade Jigo Sebelum Jadi Korban Tsunami Anyer

Liputan6.com, Palembang - Kepergian Meyuza Zainal Arifin atau Mei (27), istri pelawak Ade Jigo akibat tsunami Selat Sunda di Tanjung Lesung, Banten, membawa duka mendalam bagi keluarga besar korban di Sumatera Selatan (Sumsel). Mei, sapaan akrabnya, merupakan warga asal Kabupaten Lahat Sumsel.

Sebelum bencana tsunami merenggut nyawa ibu dua anak ini, keluarga korban mendapat pertanda aneh dari korban.

Menurut Tante Mei, Sisilia Gumay (39), dia dan anggota keluarga sangat dekat dengan korban, meskipun Mei sudah pindah ke Jakarta mengikuti suaminya. Mereka pun intens berkomunikasi melalui telepon dan WhatsApp.

Namun Sisilia merasa aneh dengan status WhatsApp yang diposting istri Ade Jigo sebelum tsunami Anyer merenggut nyawa keponakannya.

"Ada video terakhir yang dipostingnya, dia bilang ’daaadaaaa nenek’. Saya dan beberapa keluarga sempat bingung, nenek mana, nenek siapa. Karena nenek dari ibu dan bapaknya sudah meninggal dunia. Ibunya juga sudah tiada tiga tahun lalu," ujarnya kepada Liputan6.com, Selasa (25/12/2018).

Meskipun sempat heran dengan video korban, namun Sisilia tidak menanyakan apa maksud dari video tersebut. Ada beberapa video juga yang merekam aktifitas Mei bersama anak-anaknya di pinggir pantai Tanjung Lesung Banten.

Sosok Mei sendiri merupakan anak yang sangat penyayang dan dekat dengan ibunya. Korban sering bercerita dengan Sisilia jika korban sangat rindu dengan ibunya.

"Dia selalu bilang rindu ibunya. Memang dari kecil dia sama ibunya terus, apalagi dia anak tunggal dan memang sudah lama pisah dengan bapaknya karena perceraian," katanya.

Sisilia bertemu dengan Mei terakhir kali pada pertengahan tahun 2018, saat Ade Jigo menjadi pengisi acara di kampanye Pilkada Lahat.

2 of 2

Dimakamkan di Kampung Halaman

Firasat Keluarga Istri Ade Jigo Sebelum Jadi Korban Tsunami Anyer
Ade Jigo menangis saat menaburkan bunga di makam istrinya Meyuza Zainal Abidin (Dok. Keluarga Ade Jigo / Nefri Inge)

Meyuza dan Ade Jigo awalnya bertemu di salah satu acara di stasiun televisi. Saat itulah mereka melanjutkan komunikasi dan memutuskan untuk menikah.

"Mereka menikah di Kabupaten Lahat pada tanggal 10 November 2012. Dulu Mei sempat kuliah di Akademi Keperawatan (Akper) di Palembang," katanya.

Jenazah istri Ade Jigo sendiri sudah dimakamkan pada hari Senin (24/12/2018) pagi di pemakaman keluarga di Desa Endikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat Sumsel. Lokasi pemakaman tidak jauh dari rumah duka.

Paman korban, Erlansyah Rumsyah mengucapkan terimakasih ke semua warga yang telah membantu mengurus jenazah keponakannya hingga dimakamkan.

"Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih untuk semuanya dan meminta maaf jika almarhumah ada salah selama hidupnya," ungkapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓