Teknologi Baru Budi Daya Ikan Lele di Indramayu

Oleh Panji Prayitno pada 12 Des 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 12 Des 2018, 08:00 WIB
Mengintip Budidaya Ikan Lele Dengan Sentuhan Teknologi di Indramayu
Perbesar
Sentuhan teknologi E Fishery diyakini dapat memangkas biaya produksi budidaya ikan Lele sehingga meningkatkan pendapatan petambak. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Indramayu - Carman (40), salah seorang petambak Lele di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kini bisa sedikit bernafas lega.

Lelaki yang sudah 18 tahun membudidayakan ikan lele tersebut tak harus repot hilir mudik memberi pakan secara manual. Dari 200 kolam yang dimilikinya, sekitar 40 alat bernama eFishery telah dimanfaatkan Carman.

"Satu tahun saya gunakan teknologi eFishery dan terasa dampaknya tidak perlu repot memberi pakan secara manual," kata dia di tengah peluncuran program Kampung Perikanan Digital di Losarang Indramayu, Senin (10/12/2018).

Puluhan tong berwarna hijau tosca dipasang di beberapa kolam Lele milik Carman. Tong tersebut merupakan perangkat digital yang dapat membantu petambak memberi pakan Lele.

Dia mengatakan, eFishery merupakan peralatan yang diberikan oleh salah satu start up asal Bandung. Bekerja sama dengan PT Telkomsel, PT Suri Tani Pemuka dan Japfa, penggunaan eFishery diyakini lebih optimal.

Dalam penggunaannya, Carman memanfaatkan ponsel pintarnya untuk mengatur jumlah pakan yang akan dikeluarkan. Satu buah tong dan perangkat pelepas pakan berisi 60 kg pakan ikan lele.

"Saya bisa mengatur dari jarak jauh kapan pakan ditabur ke kolam jadi tidak perlu saya bolak balik lagi ke tambak. Paling untuk kolam yang berisi larva saja saya bersama petugas masih mengelola manual," kata dia.

Dia mengaku, keberadaan eFishery sangat membantu petambak di Desa Puntang. Petambak juga tidak perlu repot membayar tenaga orang untuk sekedar memberi pakan ke dalam kolam lele.

Dia mengatakan, alat pemberi pakan ikan otomatis tersebut dapat memangkas waktu panen ikan lele yang siap dijual. Rata-rata 3 bulan sekali panen jika menggunakan perangkat manual.

"Pakai eFishery hanya memangkas waktu satu bulan saja jadi panen bisa dua bulan dan pendapatan otomatis meningkat. Pakai eFishery juga bisa mencegah pekerja yang tidak jujur, malas, bahkan cenderung merugikan kami," kata dia.

Dia mengatakan ada peningkatan keuntungan ketika menggunakan alat eFishery. Selama menggunakan eFishery, Carman dapat menghasilkan 1 -3 ton per hari untuk satu kolam.

Jika harga jual saat ini Rp 18.500 per kg, maka pendapatan Carman per hari sekitar Rp 18.500.000 per ton per hari. Bahkan, belakangan ini Carman sering memanen lele lebih dari 7 ton per hari.

"Tapi memang tidak mudah budi daya ikan lele itu kadang pesanan tidak laku atau ketika pesanan sudah diantar tidak jadi, kan, berdampak kepada ikan yang ada di kolam lain jadi rugi," ujar dia.

Namun demikian, tidak semua kolam yang dimiliki Carman menggunakan alat eFishery. Dia menyebutkan, eFishery digunakan untuk ikan yang sudah masuk usia 1,5 bulan.

Oleh karena itu, Carman pun masih menggunakan tenaga manual mengolah bibit ikan lele.

"Tapi pekerjanya lebih selektif, serius, dan jujur untuk mengelola bibit atau larva," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Teknologi Baru

Mengintip Budidaya Ikan Lele Dengan Sentuhan Teknologi di Indramayu
Perbesar
Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto saat menghadiri launching Kampung Digital Perikanan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto mengaku memberikan sentuhan teknologi Narrowband Internet Of Things (NB- IOT). Dia menjelaskan, NB-IoT adalah teknologi telekomunikasi terbaru yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin semakin masif.

Teknologi NB-IoT salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA). Teknologi tersebut hemat pengisian ulang daya baterai sehingga menghemat biaya.

Teknologi ini juga diklaim mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif untuk solusi dan aplikasi berbasis IoT.

Fungsi NB-IOT memanfaatkan mesin automatic fish feeder di kolam-kolam ikan guna meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat siklus panen ikan.

"IoT menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia Making Indonesia 4.0. Ini pilot project ke depan akan kami kembangkan di daerah lain, bahkan di beberapa daerah seperti Sumatera sudah ada yang meminta," kata Andi.

Dia mengatakan, peluncuran kampung perikanan di Indramayu merupakan bukti keseriusan Telkomsel dalam mengembangkan NB-IOT di Indonesia. Penerapan teknologi NB-IoT dalam mesin automatic fish feeder diklaim dapat menghasilkan simplifikasi proses pemberian makan ikan di kolam yang luas sekali pun.

Teknologi tersebut dapat mengatur pemberian pakan otomatis, sehingga memudahkan penambak memantau dan menjadwalkan pemberian pakan menggunakan aplikasi smartphone.

Andi mengatakan kolaborasi lintas stakeholder tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan efesiensi budidaya ikan lele melalui penerapan NB-IoT. Menurut dia, kampung digital sejalan dengan visi Telkomsel dalam menerapkan perkembangan teknologi terkini agar bisa memberikan manfaat.

"Teknologi ini dapat mengatur pemberian pakan otomatis, sehingga memudahkan petani untuk memantau dan menjadwalkan pemberian pakan menggunakan aplikasi smartphone. Membantu petani meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat siklus panen ikan," kata Andi.

Dalam kolaborasi tersebut, PT Suri Tani Pemuka juga turut menghadirkan pakan-pakan ikan berkualitas untuk kolam-kolam ikan di Kampung Perikanan Digital ini.

 

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya