Gorontalo Darurat Kosmetik dan Obat-obatan Ilegal

Oleh Arfandi Ibrahim pada 11 Des 2018, 09:31 WIB
Diperbarui 11 Des 2018, 09:31 WIB
Kosmetik Ilegal
Perbesar
BPOM Gorontalo mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli produk kecantikan dan obat-obatan. (Liputan6.com/ Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Gorontalo - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menyita ribuan kosmetik dan obat-obatan ilegal yang dijual bebas. Seluruh barang tersebut disita dari beberapa wilayah di Provinsi Gorontalo, di antarnya Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo. 

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Gorontalo, Yudy Noviandi mengatakan, dari 25 toko yang dirazia setidaknya ada 18 toko yang didapati menjual kosmetik dan obat-obatan ilegal.

"Itu termasuk toko online yang dipasarkan melalu media sosial Facebook," ujar Yudy, Senin (10/12/2018).

Ia menambahkan, bahkan Balai POM Gorontalo menemukan salah satu toko online beromzet sangat besar.

"Saya dan tim juga menemukan toko online kosmetik yang dipasarkan lewat Facebook dengan nama akun Habi_OlShop yang total barang kami sita mencapai 134 juta, jadi kami sudah totalkan seluruh barang sitaan semuanya baik dari pasar modern dan toko online itu mencapai 245 juta rupiah," ungkapnya.

Sementara pihak BPOM Gorontalo mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli produk kecantikan. Pasalnya penjualan kosmetik dan obat-obatan ilegal sangat marak di Gorontalo.

"Masyarakat harus lebih banyak tau dan dan berhati-hati saat memilih prodak obat, kosmetik, dan makanan," tandas Yudy. 

Simak juga video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya