Memilih Bertahan, Korban Terisolasi Banjir Kobar Butuh Makanan

Oleh Liputan6.com pada 08 Des 2018, 12:02 WIB
Diperbarui 08 Des 2018, 12:02 WIB
Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Liputan6.com, Pangkalan Bun - Masyarakat beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Banteng dan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kesulitan beraktivitas akibat banjir. Kini, mereka membutuhkan bantuan makanan.

"Laporan dari kepala desa dan lurah setempat hingga hari ini, banjir menggenangi rumah, termasuk beberapa sekolah TK, SD dan SMP," kata Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Barat (Kobar), Pahrul Laji di Pangkalan Bun, Sabtu (8/12/2018).

Pahrul menjelaskan, banjir di dua kecamatan itu meliputi Kelurahan Pangkut yang merendam wilayah empat RT. Banjir terparah terjadi di RT 01 dan 02, sementara untuk RT 3 dan 4 sejauh ini banjir baru merendam akses jalan setempat.

Banjir di RT 01 saat ini ada tiga rumah yang terendam banjir dan 10 rumah yang hampir terendam, RT 02 sebanyak satu rumah yang terendam banjir, sementara untuk RT 03 dan 04 jalan lingkungan sudah terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

"Untuk di Kelurahan Pangkut, banjir yang mengepung rumah warga sudah mengganggu aktivitas karena 80 persen akses jalan sudah terendam banjir dengan ketinggian 80 centimeter hingga satu meter," katanya dilansir Antara.

Sementara, untuk Desa Nanga Mua, ada 44 rumah yang terdampak banjir di dua RT yakni RT 02 sebanyak 22 rumah dan RT 03 juga 22 rumah. Fasilitas pendidikan terdiri dari TK/PAUD, SD dan SMP juga tidak luput dari banjir.

BPBD Kobar mengalami kendala dalam penanganan banjir di Kecamatan Arut Utara karena hampir semua warga terdampak banjir tidak mau dievakuasi ke tempat lain. Padahal, ketinggian banjir berpotensi meningkat karena hujan masih terjadi.

"Jarak yang jauh mengakibatkan kami kesulitan melakukan pemantauan. Untuk kondisi di Kecamatan Pangkalan Banteng, yaitu di Desa Arga Mulya maupun di Desa Sungai Hijau, hari ini air sudah mulai surut," tambahnya.

Lurah Pangkut, Thomas Nasir mengatakan, saat ini warga Desa Nanga Mua maupun Kelurahan Pangkut membutuhkan makanan dan pakaian, karena warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Nasir mengungkapkan, pihaknya kesulitan dalam melakukan evakuasi karena warga setempat lebih memilih bertahan dan membuat panggung di dalam rumah untuk tidur dan menaruh barang-barang.

Bahkan wilayah RT 01 Kelurahan Pangkut sudah terisolasi banjir karena akses jalan satu-satunya sudah terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Saksikan video pilihan berikut ini: