Ada Telepon Gelap Sebelum Peristiwa Penembakan di Nduga Papua

pada 04 Des 2018, 08:07 WIB
Diperbarui 04 Des 2018, 08:07 WIB
KKB Papua Kembalikan 4 Senjata Api Milik TNI
Perbesar
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah mengembalikan senjata api milik yang dirampas dari anggota TNI yang sedang mengawal tim s...

Papua - Sebanyak 31 orang warga sipil menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, 1-2 Desember 2018. Para korban adalah pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak.

Sebelum terjadi peristiwa penembakan, Cahyo, Project Manager PT Istika Karya, mengaku kepada Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal, telah mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang Koordinator Lapangan Proyek Pembangunan Jembatan Habema-Mugi, yang bernama Jhoni.

“Tetapi Pak Cahyo tak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon itu,” ungkap Kamal, seperti yang dikutip laman KabarPapua.

Dari informasi yang beredar, penembakan dan pembunuhan itu berawal pada Sabtu, 1 Desember 2018, saat KKB sedang mengadakan upacara hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (HUT OPM) di Distrik Yigi. Lalu, salah satu korban pembunuhan melihat dan mengambil foto kegiatan itu, sehingga KKB marah dan menembaki para korban.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait informasi penembakan dan pembunuhan para pekerja bangunan jembatan PT Istaka Karya oleh KKB di Kabupaten Nduga.

“Saya juga mendengar informasi yang sama, tetapi saya belum bisa pastikan apakah itu benar atau tidak. Sebab informasi ini kami dapatkan dari masyarakat dan belum melihat langsung. Tapi kami sedang upayakan cari kebenaran informasi ini,” jelas Dax saat dikonfirmasi.

Setelah peristiwa itu, personel gabungan Polri-TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga, unyuk mengecek informasi dan mengevakuasi para korban penembakan dan memburu pelaku.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya