Strategi Memburu Pelaku Begal Ibu Muda di Bandung

Oleh Huyogo Simbolon pada 01 Des 2018, 22:05 WIB
Ambulans membawa jenazah

Liputan6.com, Bandung - Aksi begal yang berujung meninggalnya Neng Meila Susana (34) membuat resah. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait aksi begal yang berujung meninggalnya korban ibu muda tersebut dengan membentuk tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polsek Arcamanik terus mengejar pelaku.

"Tim Reskrim Polrestabes mendampingi Polsek Arcamanik sedang bekerja untuk mengungkap kasus tersebut," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema, Jumat 30 November 2018.

Ia menjelaskan, saat ini tim tengah mengumpulkan fakta-fakta terkait kasus begal tengah malam itu. Selain itu, tim yang dibentuk juga tengah memeriksa sejumlah saksi.

"Masih pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan fakta," ujarnya.

Neng Meila menjadi korban begal saat dibonceng suaminya Rudi Dirga Hagana (35) seusai pulang dari kerja pada Senin (26/11/2018) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat hendak pulang ke rumahnya di kawasan Keadilan Selatan, Kelurahan Derwati, Neng Meila tiba-tiba dipepet oleh pelaku di Jalan Soekarno Hatta.

Pelaku yang berjumlah dua orang itu menarik tas yang diselendangkan Neng Meila. Tas tak terbawa namun justru suami-istri tersebut terjatuh.

Namun helm yang digunakan oleh Neng Meila terlepas. Kepalanya lantas membentur aspal jalan hingga mengalami retak.

Setelah empat hari koma, ibu muda dengan dua anak itu mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Al Islam Bandung, Kamis (29/11/2018).

Lucunya Ekspresi Anjing Laut saat Diajak Foto Bareng

Tutup Video
2 of 2

Mencegah Kerawanan

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Neng Meila Susana (33) yang diduga menjadi korban begal.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, Mang Oded sampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Mang Oded menyatakan akan meningkatkan koordinasi dengan unsur keamanan. Tidak hanya di tataran pimpinan daerah, melainkan hingga tingkat yang lebih rendah di kewilayahan.

"Makanya beberapa waktu lalu kami mengadakan acara yang merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan tiga pilar baik kelurahan, bhabinkamtibmas maupun babinsa. Karena kalau mereka solid, kita bisa mengantisipasi, bisa mencegah kerawanan tadi," tuturnya.

Menurutnya, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan. Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian. Lebih dari itu harus melibatkan masyarakat pula dengan meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin.

"Yang namanya pengamanan walaupun leading sector-nya ada di kepolisian, tapi saya menginginkan penanganan keamanan harus komprehensif. Semua masyarakat harus ikut andil," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓