Titik Terang Penyakit Misterius yang Menyerang Warga Aceh

Oleh Rino Abonita pada 29 Nov 2018, 10:02 WIB
Diperbarui 29 Nov 2018, 10:02 WIB
Belasan Warga di Aceh Diserang Penyakit Misterius
Perbesar
Belasan warga di Aceh diserang penyakit misterius. (Liputan6.com/Rino Abonita)

Liputan6.com, Aceh - Misteri penyakit misterius yang tiba-tiba menyerang belasan warga di Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mulai terkuak. Dua orang warga yang mengalami gejala yang sama dinyatakan positif terjangkit malaria monyet dari parasit jenis Plasmodium knowlesi.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, penyakit ini lazim ditemukan pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), monyet ekor babi (Macaca nemestrina), dan langur (Presbytis melalophos).

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk grup Leucosphyrus, yaitu Anopheles latens dan Anopheles cracens.

Gejala klinisnya mirip dengan malaria lainnya. Namun pada malaria monyet, keluhan gastrointestinal atau pendarahan dalam saluran pencernaan sering terjadi dan trombositopenia atau kondisi yang terjadi akibat kurangnya jumlah platelet atau trombosit, sel darah yang berperan penting pada proses pembekuan darah, lebih menonjol.

Pengelola Program Malaria dari Dinas Kesehatan Aceh Barat, Azwar Liza, mengatakan awalnya diketahui dua warga tersebut positif malaria monyet berawal saat enam warga dirawat ke puskesmas setempat pagi tadi.

"Dari Desa Baro Paya empat orang, dari Meutulang dua orang, suami istri. Dari rapid test, yang dua positif, untuk penguatan kita periksa sampel darahnya di lab. Dan terdeteksilah, bahwa keduanya positif malaria monyet. Sementara yang dirawat semalam, sudah clear," ujar Azwar, Rabu (28/11/2018), malam.

 

 

2 dari 2 halaman

Langkah Antisipasi

Belasan Warga di Aceh Diserang Penyakit Misterius
Perbesar
Belasan warga di Aceh diserang penyakit misterius. (Liputan6.com/Rino Abonita)

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, T. R. Ridwan, mengatakan selain mendapat perawatan intensif dari pihak medis, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah terkait seperti membagi-bagikan kelambu anti nyamuk kepada warga setempat.

"Itu terus dilakukan pelayanan. Diopname. Pemeriksaan selanjutnya masih kita pantau. Agar tidak terjangkit yang lainnya," sebut Ridwan.

Menurut dia, yang perlu diantisipasi saat ini jangan sampai nyamuk yang sudah pernah menggigit atau menularkan penyakit tersebut menjangkiti warga lainnya.

"Ini kan, nyamuk yang sudah menggigit monyet, menggigit manusia, yang kita takutkan, nyamuk yang sudah menggigit manusia tadi, menggigit manusia lainnya," ungkapnya.

Pihak dinas kesehatan setempat berharap, warga yang merasa mengalami keluhan yang cenderung sama secepatnya mendatanginya Puskesmas setempat untuk dilakulan pengobatan.

Sebelumnya diberitakan, belasan orang warga dari tiga desa di Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, diduga terserang penyakit misterius.

Sepuluh orang di antaranya dilarikan ke Puskesmas sejak Senin, 26 November 2018, malam, sementara warga lainnya terpaksa bertahan di rumah masing-masing. Pasalnya, Puskesmas Meutulang kelebihan kapasitas, sementara jarak ke rumah sakit jauh.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓