Guru di Jember Punya Metode Dahsyat Tingkatkan IQ Anak Prasekolah

Oleh Dian Kurniawan pada 29 Nov 2018, 00:02 WIB
Diperbarui 29 Nov 2018, 00:02 WIB
Guru Inovator
Perbesar
Foto: Dian Kurniawan/ Liputan6.com.

Liputan6.com, Jember - Salah satu guru di sekolah swasta di Jember punya metode baru untuk meningkatkan kecerdasan anak usia prasekolah. Atas inovasi tersebut, bahkan sang guru menyabet penghargaan dari Kementerian Agama.

Guru inovator tersebut adalah Siti Maisaroh (36), yang juga guru Raudatul Adfal Ulul Al-Bab, Jember, Jawa Timur.   

"Kami akhirnya dapat mempersembahkan tropi juara satu untuk Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jember, dalam Anugerah Guru dan Tenaga Pendidikan Madrasah tahun 2018," kata Siti Maisaroh, yang juga kepala RA Ulul Al-Bab, kepada Liputan6.com, Rabu (28/11/2018).

Siti menjelaskan, penghargaan tingkat nasional ini diberikan atas inovasi yang dilakukan di sekolahnya, dengan menerapkan silaturahmi guru ke rumah peserta didik atau wali murid, untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik. 

"Inovasi itu saya susun dalam makalah dengan home visit dalam mengembangkan intelegensi anak didik RA Ulul Al-Bab," tutur Maisaroh.

Menurut dia, dengan cara tersebut, guru bisa mengeksplorasi kemampuan tingkat kecerdasan anak didiknya, melalui komunikasi di rumah saling meminta dan memberi masukan dari wali peserta didik dan guru.      

Maisaroh juga menjelaskan kecerdasan anak itu tidak hanya dilihat unsur kognitif atau pengetahuan saja, tapi juga keterampilan dan sikap anak.

"Jadi, jangan mudah menyalahkan anak, atau dimarahi jika belum bisa membaca atau menulis atau lemah dari segi kemampuan pengetahuan. Mungkin anak tersebut memiliki kemampuan di bidang yang lain, seperti olahraga atau bidang seni," ujar Maisaroh.     

Dengan metode home visit atau silaturahmi ke setiap rumah siswanya, maka potensi intelegensi anak bisa diketahui secara dini. Hasil dari silaturahmi itu, dijadikan dasar menyusun pohon kecerdasan bagi peserta didiknya.     

Dia mencontohkan kasus siswanya ada yang pendiam, tidak pernah menulis dan membaca saat proses belajar mengajar dalam kelas. Bahkan anaknya, tidak memperhatikan guru, dan hanya corat-coret bukunya. Suatu ketika, sang guru meminta semua peserta didiknya menggambar atau melukis. Setelah dikumpulkan ternyata hasil lukisannya yang paling bagus.

"Setelah ditelusuri dengan metode tersebut, peserta didik tersebut cerdas di bidang seni. Dia memiliki kemampuan di bidang melukis," katanya.     

Dia juga menjelaskan kunjungan ke rumah peserta didik dilakukan setiap seminggu sekali. Kunjungan tidak hanya ke rumah peserta didik bermasalah, tapi juga ke seluruh peserta didik RA Ulul Al-Bab.    

"Karya inovasinya berhasil menyingkirkan karya ilmiah perwakilan 35 provinsi seluruh Indonesia, kategori kepala sekolah RA," kata alumni IAIN angkatan 2000 ini.

Simak juga video pilihan berikut ini: