Geger, Warga Lombok Barat Temukan Batu Nisan Purbakala

Oleh Liputan6.com pada 28 Nov 2018, 00:04 WIB
Diperbarui 28 Nov 2018, 00:04 WIB
Manusia Purba WCF 2016
Perbesar
(Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Lombok - Warga Dusun Ranjok, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB dibuat geger dengan penemuan benda yang diduga batu nisan purbakala dari kedalaman sekitar lima meter di atas lahan garapan pertanian saat tengah menggali sumur.

Dari pantauan Antara, benda setinggi sekitar 60 centimeter itu terbuat dari batuan cadas, memiliki 6 umpak, di bagian bawahnya bentuk kubus, umpak kedua lempengan pipih, ketiga lempengan tebal, keempat bentuk bunga teratai mekar.

Umpak kelima ditutup teratai mekar terbalik, umpak keenam teratai mekar dan tepat di atasnya bulatan.

Mursid Fauzi (43), warga Dusun Ranjok, menyebutkan posisi benda tersebut saat ditemukan dalam keadaan berdiri saat ditemukan pada 2 November 2018.

"Di bagian bulatnya, agak rusak setelah terkena linggis saat menggali tanah untuk sumur," kata bapak beranak empat itu, seperti dikutip Antara, Selasa (27/11/2018).

Ia menceritakan penemuan itu berawal saat dirinya hendak membuat sumur di atas lahan tanah garapannya mengingat pascagempa warga kesulitan mendapatkan air.

Kemudian, didatangkan pekerja penggali sumur. "Penggali sumur bekerja sejak pukul 07.30 Wita. Sekitar pukul 08.30 Wita, pekerja sudah menggali sekitar lima meter," katanya.

Saat itu, kata dia, air sudah ke luar, namun untuk mendapatkan air lebih banyak digali kembali. Dan linggis yang digunakan menerpa batu. Hingga penggali mencoba mengambil batu itu, dan saat diangkat batu itu seperti batu nisan purbakala.

"Penggali melaporkan kepada saya atas temuan itu. Saya tidak mengerti benda apa itu? Tapi informasinya merupakan batu nisan," katanya.

Kemudian dia mengamankan benda temuan itu.

Ia menyebutkan sebenarnya dirinya juga pada tahun lalu pernah pula menemukan mata tombak terbuat dari besi. "Saya juga pernah menemukan benda seperti mata tombak, tapi saya tidak mengerti hingga diberikan kepada rekannya yang pecinta barang antik," katanya.

Disebutkan, berdasarkan cerita orang tua dahulu, bahwa wilayahnya itu dahulunya sungai tapi diurug semasa Raja Anak Agung dari Kerajaan Karang Asem Bali.

Topografi daerah itu, diapit tiga sungai yakni Kali Meninting, Kali Ampat dan Kali Asret. Dan terdapat empat pura yakni Pura Gunung Agung, Pura Majapahit, Pura Indrakila, dan Pura Indraloka.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: