Puisi Bangun Pagi Kaum Santri

Oleh Liputan6dotcom pada 22 Nov 2018, 05:00 WIB

Diperbarui 23 Nov 2018, 20:13 WIB

Makna Pagi Bagi Santri (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Tiap pagi bunyi bel nyaring selalu berhasil membangunkan para santri. Terlihat dari luar asrama, para santri berlarian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap memulai hari ini. Semua tampak bergegas, jangan sampai menemukan antrian panjang. Jika bangun tidur terlambat, maka mandi pagi sudah pasti telat dan semua kegiatan akan terhambat.  

Mandi terlambat, kemudian ke masjid untuk Shalat Shubuh pun telat. Ditambah buru-buru ke kelas untuk mufrodat (pemberian kosa kata bahasa inggris atau bahasa arab). Pinjam catatan teman untuk lihat contoh kalimat dari kosa kata yang dibuat.

Pergegas langkah untuk segera menyelesaikan tugas piket asrama, menyusun kasur satu kamar dijadikan hiasan, menyapu dari ujung ke ujung, serta membersihkan gudang. Karena terlambat, teman sama piket telah memulai duluan akhirnya harus menyelesaikan sisanya sendirian.

Tukar pakaian bersiap ke sekolah, sampai di ruang makan terlihat antrian udah panjang telat lagi kan. Tak sempat menikmati makanan dengan tenang, bel tanda mulai pelajaran sudah terdengar. Lari-larian menuju kelas, agar tak kedahuluan ustaz atau ustazah.

Sepanjang jam pelajaran konsentrasi terganggung karena lelah mengejar waktu, akhirnya tertidur diantara tumpukan buku. Bangun-bangun semua mata tertuju padamu, akhirnya dihukum dengan menghafal satu Surat Alquran. Hafalan disetor di jam istirahat dan dilanjutkan usai Shalat Ashar, akibatnya ke kantin telat hanya tersisa jajanan kurang lezat.

Shalat Zuhur pun akhirnya terlambat karena sebelum keluar kelas istirahat tiduran sejenak, ternyata tidur nyenyak. Makan siang pun tak tepat, Cuma dapat kerak-kerak . Shalat Ashar berusaha cepat agar tak lagi terlambat dan pergi ke rumah Ustaz atau Ustazah untuk setor ayat. Mandi sore pun jadinya telat, air habis harus ngangkat.

Magrib hampir lewat akhirnya masuk mahkamah (Proses penindakan santri yang ketahuan melanggar), jadinya makan malam tak tepat waktu. Isya kembali buru-buru, belajar malam tak lagi sungguh-sungguh.

Begitu pentingnya bangun pagi tepat waktu bagi santri, satu hari menjadi korban karena hanya menunda membuka mata setelah bel membangunkan terdengar. Sukses bangun pagi sejahtera sepanjang hari. (Miftahul Jhannah)

Saksikan video menarik berikut ini: