7 Impian Anak Indonesia Tersimpan di Monumen Kapsul Waktu Papua

pada 16 Nov 2018, 17:30 WIB
Diperbarui 16 Nov 2018, 17:30 WIB
Impian Indonesia 2015-2085 yang disimpan dalam Kapsul Waktu di Merauke berasal dari anak muda di seluruh provinsi di Indonesia. Dok Kementerian PUPR.

Merauke - Presiden RI Joko Widodo hari ini, Jumat (16/11/2018), secara simbolis meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua.

Terdapat tujuh impian anak-anak Indonesia dari ujung barat sampai ujung timur yang tersimpan pada monumen itu, dan baru akan dibuka pada 2085 atau 70 tahun lagi dari sekarang.

Menurut Presiden Jokowi, tujuh impian itu yakni, keunggulan sumber daya manusia Indonesia mengungguli bangsa lain di dunia, masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, budaya religius dan nilai-nilai etika, Indonesia sebagai pusat pendidikan teknologi dan peradaban.

"Juga, masyarakat dan aparatur bebas dari perilaku korupsi, membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia, Indonesia sebagai negara yang mendiri dan negara berpengaruh di Asia Pasifik, serta Indonesia harus jadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia," tutur Presiden Jokowi seperti dikutip laman KabarPapua.

Tujuh mimpi ini kita letakkan secara permanen di Monumen Kapsul Waktu di ujung timur Indonesia. Sehingga kelak di tahun 2085 akan dibuka oleh generasi mendatang, apakah tujuh mimpi itu bisa terwujud?

Presiden Jokowi meyakini tujuh impian yang diimpikan anak-anak Indonesia dari 34 provinsi di nusantara ini akan terwujud, jika mau bekerja keras, bekerja nyata dan mau bekerja sama.

"Saya ingatkan lagi, ini impian anak-anak bangsa dari 34 provinsi yang ditulis dan disimpan dalam kapsul waktu. Impian ini adalah pekerjaan kita bersama. Kita harus optimis apa yang menjadi impian anak-anak Indonesia ini akan terwujud. Kita harus optimis bukan pesimis. Kita harus maju bukan mundur," papar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi optimis, mimpi harapan Indonesia lewat kasul waktu ini bukan pekerjaan satu generasi, bukan pekerjaan dua tahun, lima tahun dan 10 tahun. Tapi justru harapan Indonesia harus menjadi pekerjaan beberapa generasi dan pekerjaan besar semua elemen bangsa dan harus bekerja keras.

"Sukses itu bukan datang langsung. Jadi tak ada pekerjaan yang dilakukan satu orang dan ini kerja besar untuk mimpi Indonesia 2085 yang tak akan boleh berhenti. Kita harus mengambil pilihan cepat lagi dan berani melompat, raih kemajuan. Untuk Indonesia maju, bukan Indonesia mundur atau bubar. Saya resmikan monumen ini," kata Presiden Jokowi mengakhiri sambutannya.

Usai meresmikan Monumen Kapsul Waktu, Presiden Jokowi lanjut dengan mengikuti salat Jumat di Masjid Raya Al-Aqsa Merauke dan selanjutnya menginjungi Distrik Sota, Kabupaten Merauke yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Baca juga berita KabarPapua.co lainnya di sini.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: