Pesan Terakhir Jannatun kepada Sang Adik Sebelum Kecelakaan Lion Air

Oleh Dian Kurniawan pada 03 Nov 2018, 01:02 WIB
Diperbarui 03 Nov 2018, 02:17 WIB
Jannatun Cintya Dewi

Liputan6.com, Sidoarjo - Jasad Yayas, sapaan akrabnya Jannatun Cintya Dewi telah dimakamkan di Sidoarjo, Kamis (1/11/2018) kemaren.  Korban tewas jatuhnya pesawat Lion Air di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, itu seolah memberi isyarat jelang kepergiannya.

Adik bungsu Yayas, Nadzir Achmad Firdaus mengatakan, sempat saling bertanya kabar. Ungkapan rindu pun disampaikan. Pada malam itu juga Nadzir mengaku dititipi pesan. Dan pesan itu disampaikan Yayas lewat pesan singkat pada Minggu, (28/10/2018) malam.

"Adik jangan lupa belajar dan terus berdoa untuk ayah dan ibu. Malam itu kakak menasihatiku agar tidak patah semangat dalam belajar. Saya diminta terus berdoa, mendoakan ayah dan ibu agar diberi kesehatan," ucap Nadzir, Kamis 1 November 2018.

Tak disangka pesan pendek itu menjadi pesan terakhir sang kakak. Yayas bekerja sebagai salah satu staff Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta. 

"Terakhir pulang kerumah September yang lalu. Terkadang, kalau pas libur panjang, Sabtu-Minggu digunakan kumpul-kumpul sama keluarga," ungkap Nadzir.

Menurut sang adik, Yayas merupakan kakak yang ulet dalam belajar. Hasilnya Yayas diterima bekerja di lembaga Kementerian ESDM. Sebelum bekerja dibagian staf Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Yayas juga pernah bekerja di salah satu Bank di Indonesia.

"Apa yang sudah dicita-citakan kakak setidaknya sudah tercapai. Ia sudah berhasil membuat orang tua bangga," katanya.

2 of 2

Momen Tak Terlupakan

Pemakaman Jannatun Cintya Dewi, korban tewas Lion Air jatuh di Tanjungpakis Karawang
Pemakaman Jannatun Cintya Dewi, korban tewas Lion Air jatuh di Tanjungpakis Karawang (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Nadzir menyebutkan, ada kebiasaan bersama sang kakak yang tidak pernah bisa dilupakan. Di mata Nadzir, Yayas adalah sosok kakak yang seru diajak bercanda. Tak pelak ia mengaku seringkali menjahili sang kakak.

Dengan menundukkan kepalanya, Nadzir menceritakan jika dirinya sering menjahili kakaknya. Akibantnya, cekcok mulut pun terjadi.

Namun pertengkaran itu bukan menjadikan kakak beradik ini menyimpan dendam. Justru, dari pertengkaran itu hubungan persaudaraan mereka semakin erat.

"Saya pingin jahilin kakak. Saya sering bertengkar tapi pertengkaran itu justru membuat kami makin sayang satu sama lain. Itu yang saya kangeni," kata Nazdir sambil menahan air mata.

Nadzir juga menceritakan, sebelum ajal menjemput kakak satu-satunya itu, tidak ada firasat sama sekali. Masih seperti biasa, Nadzir melakukan aktifitas belajar, bersekolah, dan membatu orang tua seperti pesan yang disampaikan kakaknya.

"Tidak ada firasat. Saya menjalani hidup seperti biasa. Sehari-hari saya hanya mengingat pesan kakak. Belajar yang rajin dan sayangi orangtua," tutupnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓