Kisah Kodok Merah Penjaga Gunung Ciremai

Oleh Panji Prayitno pada 02 Nov 2018, 00:03 WIB
Diperbarui 02 Nov 2018, 00:03 WIB
Kisah Kodok Merah Penjaga Ekosistem Gunung Ciremai
Perbesar
Kodok merah merupakan salah satu spesies baru yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Kuningan - Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyimpan berbagai macam flora dan fauna, termasuk satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Berbagai upaya dilakukan petugas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) untuk tetap melestarikan flora dan fauna. Salah satunya, kodok merah (Leptophryne javanica).

"Kami sudah dapat rekapan hasil penelitian dan kodok merah Gunung Ciremai sudah ditetapkan menjadi salah satu daftar spesies baru melalui penelitian beberapa tahun sebelumnya," kata Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai Azis Abdul Kholik, Kamis (1/11/2018).

Ratusan ekor kodok merah tersebar di Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Survei dan pengamatan terus dilakukan setelah penemuan yang dilakukan tim TNGC.

Azis menyebutkan, dari segi fisik, tubuh kodok merah berbintik putih atau kuning. Warna merah berada di bagian bawah atau perut kodok serta di sela selaput kaki dan tangan kodok.

Beberapa di antaranya adalah bentuk dan ukuran Kodok Merah kecil 50 mm, tubuh dan anggota badan kodok cenderung ramping, ujung jari tangan dan kaki membulat.

Dia menuturkan, kodok merah pertama kali ditemukan pada 2012 di Blok Ipukan Gunung Ciremai Kuningan. Penemuan kodok merah terjadi saat TNGC menggelar lomba foto flora fauna Gunung Ciremai.

"Kami kemudian terus kami amati dan tahun 2013 lakukan kegiatan survei biodiversity dengan Yayasan Pili dan Pertamina sebelum dipublikasi," ujar dia.

TNGC bersama LIPI kembali meneliti kodok merah yang ada di Gunung Ciremai untuk memastikan populasinya terjaga. Dia menyebutkan LIPI tak hanya meneliti suara kodok, tetapi sampel salah satu kodok diambil untuk meneliti DNA.

Dari hasil penelitian terakhir, LIPI menyimpulkan kodok merah yang ada di Gunung Ciremai Jawa Barat merupakan spesies baru. Populasi Kodok Merah di Gunung Ciremai mirip dengan yang ada di Gunung Slamet.

"Beberapa lokasi juga jadi populasi Kodok Merah, tapi lokasi tersebut tidak bisa dijangkau masyarakat umum dan kami sudah menandakan lokasi itu," ujar dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Indikator Kebersihan Air

Kisah Kodok Merah Penjaga Ekosistem Gunung Ciremai
Perbesar
Kodok merah merupakan salah satu spesies baru yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Dia menyebutkan LIPI meneliti berdasarkan perbedaan molekuler dan morfologi populasi di Gunung Ciremai dan Slamet.

"Jadi yang awalnya kami kira kodok merah yang mirip dengan di Halimun dan Gede Pangrango justru tidak. Ini masuk spesies baru mirip dengan yang ada di Gunung Slamet," ujar dia.

Dari data yang didapat, spesies Kodok Merah Gunung Ciremai memiliki ciri-ciri berbeda dengan yang ada di Gunung Halimun dan Gede Pangrango.

Azis menjelaskan, Kodok Merah Gunung Ciremai ini merupakan predator pemakan ulat dan serangga kecil. Meski selalu dipandang sebagai hewan biasa, kodok merah berperan penting dalam menjaga ekosistem di Gunung Ciremai.

"Salah satunya keberadaan kodok merah ini sebagai indikator kebersihan sungai dan air di Ciremai," ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya