Warga Murka, Ada Pesta Pernikahan di Masjid Pakai Dangdutan

Oleh Rino Abonita pada 29 Okt 2018, 12:02 WIB
Diperbarui 29 Okt 2018, 12:02 WIB
Protes Pesta Pernikahan di Masjid
Perbesar
Foto: Rino Abonita/ Liputan6.com

Liputan6.com, Padang - Video pesta pernikahan di sebuah masjid di Padang, Sumatera Barat, mendadak viral dan menjadi bahan perbincangan banyak orang. Video tersebut dianggap telah merusak falsafah hidup orang Minangkabau. Bukan tanpa sebab, pasalnya video yang diunggah seseorang di media sosial itu menggambarkan pesta pernikahan dengan iringan organ tunggal. Pernikahan sendiri digelar 28 Oktober 2018 di  masjid Agung Nurul Iman.  

Pantauan Liputan6.com, dalam video berdurasi 38 menit itu, tampak sejumlah tamu undangan duduk di kursi tamu yang disusun melingkari meja di atas karpet warna merah di dalam ruangan masjid.

Sejumlah warga yang marah sempat bersitegang dengan pihak keluarga yang mengadakan pesta. Karena dianggap menganggu kekhusyukan jamaah yang sedang beribadah di lantai I masjid, warga minta pesta dihentikan.

Sebaliknya, pihak keluarga menolak untuk menghentikan acara dengan dalih sudah mendapat izin dari sekretariat masjid selaku pihak yang berwenang.

Di dalam video itu juga terlihat warga adu mulut dengan seseorang yang diduga pihak sekretariat masjid. Warga mempertanyakan apa dasarnya boleh mengadakan resepsi pernikahan diiringi organ tunggal di masjid.

Namun, seseorang di dalam video yang diduga pihak sekretariat masjid membantah memberi izin pesta pernikahan tersebut boleh diiringi organ tunggal. Sebaliknya, bagi warga, apapun alasannya tidak dibenarkan menggunakan masjid sebagai tempat pesta pernikahan, apalagi diiringi musik.

Oleh warganet, pesta pernikahan diiringi organ tunggal di dalam masjid bersejarah itu dinilai mengangkangi adat Minangkabau. Adat dimaksud yakni, Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang merupakan landasan dari sistem nilai pandangan hidup yang menjadikan Islam sebagai sumber utama dalam tata dan pola perilaku.

"Apa yang sebenarnya terjadi di orang Minangkabau? Miris kita miris," demikian komentar salah seoranga warganet, pemiilik akun Ibnu Aqil D Ghani, menanggapi unggahan video tersebut.

Hingga saat ini, video yang dibagi pemilik akun Facebook Budhi Sudarman itu sudah dibagi ulang sebanyak 14 ribu kali. Mendapat 3,1 ribu suka, serta 6,7 ribu komentar.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: