Drama Kejar-Kejaran Penculik Anak Autis di Bali

pada 23 Okt 2018, 19:01 WIB
Diperbarui 23 Okt 2018, 19:16 WIB
Penculik Anak Autis

Bali - Misteri video viral yang tersebar di media sosial akhirnya terjawab. Video tersebut berisi kehebohan warga di kawasan Jalan Pulau Saelus, Denpasar, Bali, saat menangkap seorang pria yang diduga pelaku penculikan.

Hasan AD, pria 33 tahun yang mengaku asal Waingapu, NTT, ini ditangkap warga. Bahkan Hasan nyaris tewas dihakimi masa setelah aksinya menculik ST (16) terbongkar. Mirisnya lagi korban, ST adalah anak dengan kebutusan khusus (autis).

Menurut informasi yang dikutip dari lama Jawapos.com, terungkapnya aksi dugaan penculikan anak ini berawal dari kecurigaan ibu korban yang melihat anaknya dibonceng terduga pelaku dari depan rumahnya di Jalan Raya Sesetan No 348 A, Denpasar Selatan.

Terduga pelaku dengan perawakan gemuk dan bongsor itu kabur membawa ST menuju arah Jalan Pulau Saelus dengan mengendarai sepeda motor.

Melihat anaknya dibonceng orang tak dikenal, ibu korban terus membuntuti sambil berteriak "penculik, penculik".

Teriakan ibu korban didengar warga. Selanjutnya warga membantu ibu korban mengejar terduga pelaku.

Apes bagi terduga pelaku. Pasalnya, setibanya di Jalan Pulau Saelus Nomor 77, Pedungan, pelaku kehabisan bensin lalu berhenti di depan Pertamini. Saat itulah ibu korban kembali meneriaki terduga pelaku dengan teriakan penculik.

Warga yang sebelumnya membantu ibu korban langsung mengepung dan menangkap terduga pelaku. Meski sudah dikepung, terduga pelaku sempat berupaya kabur namun akhirnya ditangkap lagi oleh warga.

Bahkan beberapa warga sempat memukuli terduga pelaku penculikan hingga babak belur. Aksi warga pun sempat membuat jalanan dari simpang Pulau Saelus, Pulau Kawe dan Pulau Bungin macet.

Kemacetan hampir mencapai sekilo lebih. Sedangkan usai ditangkap dan dihakimi massa, pelaku sempat mengelak. "Pelaku sempat tidak ngaku kalau dia menculik," ujar salah satu warga.

Akibatnya warga makin geram dengan pelaku dan beberapa orang terlihat terus memukul pelaku. Beruntung, aksi main hakim sendiri itu berhenti, ketika petugas kepolisian yang kebetulan lewat langsung mengamankan terduga pelaku.

Terkait penangkaan terduga pelaku penculikan, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, aksi massa berhenti saat Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Ketut Sukerti bersama seorang anggotanya tidak sengaja melintas dan mengamankan pelaku.

"Setelah beliau (Kapolsek Kawasan Laut Benoa) tiba, terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk dimintai keterangan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan interograsi," terang Hadimastika.

Sementara secara terpisah, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Arta Ariawan yang dikonfirmasi membenarkan terkait diamankannya pria yang diduga pelaku penculikan tersebut. "Benar dan saat ini masih menjalani pemeriksaan Polresta," ungkap Artha singkat.

Baca juga berita Jawapos.com lainnya di sini.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: