Bak Musim Semi di Negeri Sakura, Purwokerto Merona oleh Bunga Tabebuya

Oleh Muhamad Ridlo pada 19 Okt 2018, 11:03 WIB
Diperbarui 21 Okt 2018, 10:13 WIB
Bunga tabebuya mekar serentak di Purwokerto, bak sakura musim semi di Jepang. (Foto: Liputan6.com/Parsito Humas Pemkab BMS/ Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Purwokerto - Akhir-akhir ini, warga Purwokerto dihebohkan berbunganya tabebuya. Eloknya tak kalah dari bunga sakura kala musim semi menghampiri Jepang.

Secara tradisional, di Jepang sana, mekarnya bunga sakura (Prunus serrulata) menandai berakhirnya musim gugur yang lantas beralih menjadi musim semi. Sakura adalah isyarat alam yang membahagiakan seluruh negeri.

Pun dengan bunga tabebuya di Purwokerto ini. Tabebuya yang bermekaran serentak di Jalan Jenderal Soedirman sejak awal Oktober lalu ini seolah menandai berakhirnya musim kemarau panjang 2018.

Mekarnya bunga asal Brasil ini sekaligus menyambut musim hujan, musim yang ditunggu sebagian besar warga di wilayah agraris seperti Indonesia. Hanya saja, lantaran dampak El Nino, musim hujan di Purwokerto rupanya mundur dua dasarian dari biasanya.

Bisa ditebak, bunga tabebuya dengan warna kuning cerah ini pun meramaikan jagat maya. Warganet beramai-ramai mengunggahnya di media sosial.

Mendadak, perempatan Srimaya hingga pertigaan Posis yang menjadi lokasi penanaman bunga tabebuya ramai oleh pengunjung. Kebanyakan berswafoto untuk mengabadikan momen yang hanya datang setahun sekali ini.

Salah satunya, Andi Wahyudin (30), warga Jalan Marthadireja, Purwokerto. Tak mau kalah dengan warga Purwokerto lainnya, dia berswafoto di atas sadel sepedanya dengan latar belakang pohon tabebuya yang tengah bermekaran laksana sakura di Jepang.

"Awalnya cuma tahu karena banyak teman yang meng-upload di media sosial," ucapnya.

Lantas, apa dan bagaimana sebenarnya tumbuhan yang kini sedang jadi primadona di Purwokerto ini?

Kepala Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Fakultas Biologi Unsoed, DR Pudji Widodo mengatakan tabebuya (Tabebuia aurea) adalah jenis tanaman yang yang termasuk suku Bignoniaceae yang berasal dari Brasil, Amerika Selatan. Tanaman ini dapat menjadi pohon yang besar bila dibiarkan tumbuh puluhan tahun.

Lantaran keindahannya, tanaman ini sering disebut sebagai sakura. Sebab, cara berbunganya nyaris serupa dengan sakura. Bentuknya pun sedikit banyak mirip bunga sakura.

"Mekar dalam jumlah besar, lebih dominan daripada daunnya," kata Pudji.

2 of 2

Beda Tabebuya dengan Sakura

Bunga tabebuya mekar serentak di Purwokerto, bak sakura musim semi di Jepang. (Foto: Liputan6.com/Alief Enstein untuk Muhamad Ridlo)
Bunga tabebuya mekar serentak di Purwokerto, bak sakura musim semi di Jepang. (Foto: Liputan6.com/Alief Enstein untuk Muhamad Ridlo)

Meski begitu, sebenarnya kedua tanaman ini berbeda. Batang pohon tabebuya bisa menjadi pohon besar dan sakura hanya jadi pohon kecil.

Daun tabebuya majemuk beranak daun 3-9 helai dan sakura tunggal. Mahkota bunga tabebuya berlekatan, berbentuk terompet makanya disebut juga Trumpet trees. Adapun sakura mahkota berlepasan seperti mawar, disebut Cherry blossoms.

Tabebuya bisa berbunga sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya pada musim kemarau. Adapun sakura mekar di musim semi setahun sekali, antara akhir Maret-April.

Tabebuya terdistribusi di wilayah negeri tropis dan subtropis mulai dari Meksiko, Karibia, sampai Argentina. Bahkan, kini sudah tersebar terutama di berbagai negara tropis

"Sakura terdistribusi ke negara-negara subtropis terutama belahan bumi utara, Jepang, China. Kini sudah tersebar di berbagai negara terutama subtropis," jelas Pudji.

Bunga Tabebuya berbentuk terompet dengan panjang 3-11 cm, sehingga dimasukkan ke dalam Bignoniaceae. Berbeda dengan bunga sakura (Prunus serrulata) atau disebut cherry blossom yang mahkota bunganya berlepasan dan termasuk suku Rosaceae atau mawar-mawaran.

Genus Tabebuia meliputi 74 spesies yang diakui kebenarannya, antara lain T. Aurea berwarna kuning, T. Rosea berwarna pink, T. Pallida berwarna putih atau pink muda, dan lain-lain.

Di luar perbedaannya, dua pohon ini sama-sama bermanfaat. Tabebuya lebih kepada tanaman peneduh dan hias, adapun sakura, selain keindahannya ternyata bisa dibuat sebagai bahan teh, es krim, dan makanan.

Pudji menerangkan, pohon tabebuya memiliki kelebihan daunnya tidak mudah rontok. Saat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, serupa dengan bunga sakura.

Akarnya pun tidak merusak. Karena itu, tanaman ini sangat cocok sebagai tanaman peneduh jalan yang rindang tanpa merusak perumahan atau pertokoan.

"Pada pertengahan Oktober 2018 ini, bunga tabebuya sedang mekar di berbagai kota di Jawa," dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by