Menelisik Asal Muasal Nama Kecamatan Glenmore Banyuwangi

Oleh Ramdania El Hida pada 16 Okt 2018, 03:02 WIB
Diperbarui 16 Okt 2018, 03:02 WIB
Jejak Pengusaha Belanda, Cikal Bakal Kecamatan Glenmore Banyuwangi
Perbesar
Kantor Camat Glenmore, Banyuwangi. (Liputan6.com/Wikipedia.org)

Liputan6.com, Banyuwangi - Sebuah kecamatan di Banyuwangi memiliki nama yang unik. Meski letaknya di Jawa Timur, nama kecamatan ini jauh dari bahasa Jawa, bahkan terkesan kebarat-baratan.

Kecamatan itu bernama Glenmore, seperti nama kota di Iowa, Gilmore. Bukan karena ingin terlihat keren, ada cerita di balik nama tersebut.

Camat Glenmore Didik Suharsono mengisahkan asal-muasal nama kecamatan ini. Menurut dia, Glenmore memiliki arti khusus yang mencerminkan kondisi wilayah daerah itu.

"Glenmore berasal dari bahasa Scotlandia, 'glen' artinya bukit, 'more' itu banyak. Jadi Glenmore itu artinya daerah yang banyak bukitnya," kata Didik kepada Liputan6.com.

Tidak hanya itu, Didik menambahkan, nama tersebut terkait dengan seorang Belanda yang memiliki kontribusi mengembangkan wilayah itu.

"Ada orang Belanda yang pertama kali mengelola perkebunan bermarga More," dia mengatakan.

Namun, ada juga yang menyebut nama Glenmore berkaitan dengan laporan adanya sekelompok orang Skotlandia Katolik yang mencari suaka di Belanda, kemudian dikirim ke lokasi tersebut dan membangun permukiman sejak abad ke-18.

Sebagai informasi, perkebunan memang berkembang di wilayah Glenmore, terutama tebu. Hasil perkebunan terbesar dari Glenmore, tidak lain adalah gula.

Sebelumnya di daerah ini pernah ada sebuah perkebunan tembakau yang dinamai "Glenmore" milik seorang Inggris bernama Ros Taylor sejak tahun 1910.

"Kebun sekarang banyak yang dialihkan tanam tebu," Didik menambahkan.

 

Simak video pilihan berikut ini: