Saat Plt Bupati Purbalingga Jadi Admin Aplikasi Matur-Bup, Siap Tampung Curhat

Oleh Muhamad Ridlo pada 13 Okt 2018, 14:04 WIB
Diperbarui 13 Okt 2018, 14:04 WIB
Warga Purbalingga bisa mengadu langsung ke bupati lewat aplikasi Matur-Bup. (Foto: Liputan6.com/Dinkominfo PBG/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Warga Purbalingga bisa mengadu langsung ke bupati lewat aplikasi Matur-Bup. (Foto: Liputan6.com/Dinkominfo PBG/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Purbalingga - Di era digital, masyarakat terbiasa mengunggah segala sesuatu lewat media sosial. Tak terkecuali di Purbalingga. Ini termasuk keluhan atau sesuatu yang menurut pengguna media sosial bermasalah.

Alih-alih menyelesaikan persoalan, terkadang sebuah unggahan hanya menjadi polemik. Respon pemerintah tak didapat, persoalan pun lewat tanpa solusi.

Untuk menyalurkan laporan dan keluhan warga, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, secara resmi meluncurkan aplikasi Matur-Bup. Lewat aplikasi ini, warga bisa mengadu, mengeluh atau melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kinerja pemerintah.

"Lewat aplikasi Matur-Bup, masyarakat tidak perlu langsung bertemu dengan saya, tapi lewat aplikasi tersebut bisa langsung ngomong dengan kami," kata Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, beberapa waktu lalu.

Dyah mengakui, saat ini masyarakat biasa mengunggah segala sesuatu di media sosial. Itu termasuk keluhan atau laporan mengenai kinerja pemerintah daerah.

Keberadaan aplikasi ini bisa membuat laporan masyarakat bisa lebih terfokus dan bisa segera ditindaklanjuti. Aplikasi Matur-Bup akan membuat laporan masyarakat lebih tertata.

"Insya Allah saya langsung menjadi admin sehingga permasalahan yang ada bisa langsung kita disposisikan kepada kepala OPD untuk ditindaklanjuti," ucapnya berjanji.

Selain aplikasi Matur-bup, Dyah juga meluncurkan aplikasi lain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, yakni aplikasi Purbalingga Satu Data. Aplikasi ini merupakan aplikasi data sektoral dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Informasi menjadi kebutuhan yang amat penting untuk masyarakat. Untuk itu siap dan tidak siap kita harus mengantisipasinya dengan berbagai pengembangan aplikasi salah satunya peluncuran aplikasi Matur-Bup dan Purbalingga satu data," dia menerangkan.

Tiwi pun menjelaskan, peluncuran dua aplikasi ini merupakan bentuk pengejawantahan visi dan misi Purbalingga yakni menyelenggarakan pemeritahan yang profesional, efisien, efektif, bersih dan demokratis.

2 dari 2 halaman

Lapak Aduan Banyumas

Bupati Banyumas Achmad Husein. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Banyumas/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Bupati Banyumas Achmad Husein. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Banyumas/Muhamad Ridlo)

Aplikasi yang mudah digunakan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Imbasnya, aparatur sipil negara bisa memberi pelayanan prima. Sebab dalam aplikasi ini penanggungjawab bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Untuk memastikan efektivitas aplikasi ini, bupati mewajibkan seluruh kepala OPD menguasai aplikasi ini. Mereka pun harus bisa mengoperasikan dan memantau aplikasi ini secara langsung.

"1x 24 jam keluhan masyarakat harus dijawab atau ditindaklanjuti kalau bisa dicek lokasinya," dia menegaskan.

Semangat untuk menyerap usulan warga demi pemerintahan yang partisipatif juga mengemuka di Banyumas. Bedanya, di kabupaten ini pemkab tak membuat aplikasi khusus. Mereka hanya menyediakan sejumlah fasilitas informasi berbasis digital untuk berinteraksi dengan warga.

Bupati Banyumas, Achmad Husein secara resmi meluncurkan Lapak Aduan Banyumas. Saluran informasi warga ini terdiri dari berbagai platform yang memungkinan warga langsung mengadu kepada penyelenggara pemerintahan di daerah.

Husein mengatakan Pemkab Banyumas sangat terbuka sekaligus mengapresiasi setiap masukan. Termasuk di dalamnya kritik konstruktif dan pengaduan masyarakat.

Dalam rangka mengelola pengaduan masyarakat secara efektif, Pemkab Banyumas secara khusus menyediakan saluran pengaduan masyarakat bertajuk Lapak Aduan Banyumas.

"Bagi warga masyarakat Kabupaten Banyumas yang punya unek-unek, keluhan atau aduan untuk tidak ragu-ragu menyampaikankepada kami," kata Husein.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengemukakan, keluhan atau aduan bisa disampaikan melalui Email, Facebook, Twitter, Instagram mau pun apilkasi pesan lawas, SMS. Berbagai saluran Lapak Aduan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat.

"Selama aduan itu faktual dan menyertakan identitas pengadu secara jelas, semua aduan akan kami respon dan tindak lanjuti sesegera mungkin," imbuh Sadewo.

Aduan bisa dikirimkan lewat alamat Email lapakaduanbms@gmail.com, Facebook Lapakaduan Banyumas, Twitter @AduanLapak, Instagram @lapakaduanbms, dan SMS ke nomor 0811-2626-116.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓