Pajak Peduli, Aksi Solidaritas Pegawai Pajak untuk Korban Gempa Lombok

Oleh Ramdania El Hida pada 27 Sep 2018, 08:04 WIB
Diperbarui 27 Sep 2018, 08:04 WIB
Pajak Peduli, Aksi Solidaritas Pegawai Pajak untuk Korban Gempa Lombok
Perbesar
Aksi solidaritas dilakukan oleh para pegawai pajak untuk membantu para korban bencana Gempa Lombok. (Liputan6.com/Dok. Humas Kanwil Pajak Nusa Tenggara)

Liputan6.com, Lombok - Bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat pada beberapa waktu lalu masih menyisakan duka bagi para korban. Terlebih, kondisi kehidupan warga belum kembali seperti semula karena hilangnya tempat tinggal.

Tercatat, masih banyak korban gempa Lombok yang tinggal di pengungsian. Tentu, hidupnya masih serba pas-pasan karena minimnya ketersediaan sandang dan pangan.

Kondisi memprihatinkan ini menggerakkan para pegawai pajak untuk menggelar aksi solidaritas bagi para korban gempa Lombok. Aksi ini dimulai dari penggalangan donasi oleh para pegawai pajak yang dibuka sehari setelah terjadinya gempa pertama, 29 Juli 2018. Hingga kini, telah terkumpul dana Rp 2,4 miliar yang sebagian telah disalurkan ke beberapa posko penanganan bencana di Lombok.

Keterangan ini diungkapkan oleh Kepala Bidang P2 Humas Kanwil Pajak Nusa Tenggara Widi Widodo, Rabu, 26 September 2018. Menurut Widi, kegiatan Pajak Peduli merupakan aksi solidaritas untuk korban gempa Lombok yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah DJP Nusa Tenggara selaku unit vertikal Ditjen Pajak di Pulau Lombok.

Saat masa tanggap darurat, Pajak Peduli telah menyalurkan bantuan berupa sembako, terpal, tenda, obat-obatan, pakaian layak pakai, dan perlengkapan ibadah sebanyak 18 kali ke beberapa posko di Pulau Lombok.

"Sehari setelah gempa pertama, bahkan kami salah salah satu instansi pemerintah pertama yang segera terjun ke Lombok Timur untuk menyalurkan bantuan," kata Widi.

 

2 dari 2 halaman

Bantu Pemulihan Trauma

Pajak Peduli, Aksi Solidaritas Pegawai Pajak untuk Korban Gempa Lombok
Perbesar
Aksi solidaritas dilakukan oleh para pegawai pajak untuk membantu para korban bencana Gempa Lombok. (Liputan6.com/Dok. Humas Kanwil Pajak Nusa Tenggara)

Tak hanya penyaluran bantuan, relawan Pajak Peduli juga secara aktif melakukan kegiatan sosial untuk menyembuhkan trauma para korban bencana, terutama anak-anak. Menurutnya, selain kebutuhan berbentuk logistik, kegiatan seperti trauma healing juga merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh para korban, paling tidak untuk melupakan sejenak musibah yang mereka alami.

Selain itu, usai berakhirnya masa tanggap darurat penanganan gempa Lombok, kegiatan Pajak Peduli akan memfokuskan penyaluran donasi ke perbaikan jaringan air bersih di Desa Mumbulsari Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara.

"Di Desa Mumbulsari terdapat mata air yang rusak akibat gempa. Akibatnya, kebutuhan air bersih bagi warga sekitar menjadi terganggu. Berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti kami menghentikan bantuan, tetapi kami akan mengalihkannya dalam bentuk perbaikan jaringan air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh dua kecamatan nantinya," Widi menerangkan.

Perbaikan yang dibutuhkan antara lain renovasi kolam penampungan air seluas 100 meter persegi, pembelian mesin pompa air, dan perakitan pipa salurannya. Nantinya, pengerjaan kegiatan ini akan digarap secara gotong royong oleh warga desa dan setelahnya pengelolaan akan diserahkan oleh pemerintah desa setempat untuk dapat didistribusikan ke dua kecamatan di Lombok Utara.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓