Bandung Jadi Tuan Rumah Kompetisi Tari Internasional

Oleh Huyogo Simbolon pada 21 Sep 2018, 09:00 WIB
Para pebalet berlatih

Liputan6.com, Bandung - Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bandung International Dance Competition (BIDC). Ini merupakan sebuah kompetisi tari bertaraf internasional yang akan mempertemukan enam kategori sekaligus yaitu tari tradisional, balet, demi-character, kontemporer, jazz, dan hip-hop.

BIDC akan digelar di Teater Tertutup Dago Tea House, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 21-23 September 2018.

Ketua Panitia BIDC Herman Susilo Haslim menjelaskan, event tari ini digagas karena munculnya minat masyarakat Indonesia terhadap tari terutama balet.

Sejumlah sekolah balet, kata dia, telah menjamur di berbagai kota di tanah air. Mereka yang meminati tari ini beragam, baik anak kecil, remaja maupun orang dewasa.

"Kompetisi balet selama ini banyak digelar di luar negeri. Sementara di Indonesia kompetisi di level internasional masih sangat jarang kecuali di kota besar seperti Jakarta. Itu sebabnya, kehadiran BIDC di Kota Bandung dapat memberikan warna bagi dunia pendidikan tari Indonesia, memberikan ruang apresiasi bagi para penari amatir, serta mendukung dan memotivasi telenta mereka dalam perjalanan menuju panggung profesional," kata Herman di Bandung, Rabu (20/9/2018).

Setiap kategori kompetisi ini dibagi menjadi tiga tipe yaitu solo, duo, dan grup (minimal tiga orang). Selain itu juga ada pembagian kategori umur yaitu pre-competitive (7-8 tahun), junior (9-11 tahun), teen (12-14 tahun), senior (15-17 tahun), dan open age (18 tahun ke atas).

Herman mengungkapkan animo warga Bandung terhadap kompetisi ini sangat besar. Terlebih, Bandung merupakan salah satu kota penghasil seniman-seniman berbakat Tanah Air.

"Animonya luar biasa tinggi. Tercatat, peserta yang mengikuti BIDC ini mencapai 700 orang dengan 464 nomor yang dilombakan," paparnya.

Ia pun menyatakan, kehadiran sekolah-sekolah tari di Bandung membuat para penari semakin bertambah peminatnya. Selain juga pengarug media seperti film dan internet yang membuat tari jadi lebih mudah dikenal.

"BIDC ini dibuat menjadi kompetisi tari lintas genre agar setiap komunitas tari dapat memperluas hubungan dengan genre tari lainnya, karena di tengah perbedaan warna yang ada terdapat satu persamaan dan persaudaraan yang mengikat satu sama lain yaitu kecintaan akan seni tari. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan kita semua," ucapnya.

Dalam acara BIDC tahun ini, Herman mengungkapkan telah menunjuk lima orang sebagai tim juri. Juri yang didatangkan tersebut berasal dari luar negeri. Mereka di antaranya adalah, Jeffrey Tan (Singapura), Keiji Tomiyama (Jepang), Karen Malek (Australia), Hamdi Fabas (Indonesia), dan Wied Sendjayani (Indonesia).

Selama tiga hari, event akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan terbagi dalam empat sesi. Panitia menyediakan piala, sertifikat, serta medali bagi penari peringkat pertama hingga ketiga dan satu penari honorable mention pada setiap kategori dan umur.

Simak video pilihan berikut ini:

2 of 2

Juri Profesional

Juri BIDC
Sejumlah juri BIDC sudah tiba di Kota Bandung, Kamis (20/9/2018)

Ketua Ikatan Pengajar Pelatih Balet (IPPB) Ade Setiowibowo menambahkan, BIDC bisa menjadi sarana bagi para seniman muda Indonesia yang memiliki potensi dan bakat, untuk unjuk kebolehan dan bersaing dengan beberapa penari dari luar negeri. Juri-juri yang akan menilai performa peserta merupakan para profesional, baik dari dalam maupun luar negeri.

”Saya sebagai Ketua IPBB tuturt mendukung BIDC karena memang di Indonesia belum pernah digelar terutama di Bandung. Sekarang kita banyak mengirimkan peserta untuk ikut kompetisi di luar negeri tapi di negeri sendiri malah jarang. Saya senang sekali dengan diadakannya BIDC ini,” ujar Ade.

Guru balet senior di Indonesia ini menilai, semakin banyak kompetisi menari, khususnya balet, otomatis bisa memajukan murid-murid balet Tanah Air dengan tidak usah ke luar negeri. 

“Semoga keberadaan BIDC akan menjadi pemacu agar sekolah-sekolah balet dan tari di Indonesia bisa semakin berkembang, sehingga murid-murid tari di Indonesia juga bisa lebih maju,” harapnya.

Lanjutkan Membaca ↓