Anak-Anak Sapi Mati Misterius dengan Perut Terkoyak di Bali

pada 17 Sep 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 19 Sep 2018, 20:13 WIB
Anak Sapi Mati Misterius

Bali - Kejadian aneh kembali menimpa Desa Langgahan, Kintamani, Bali. Sejumlah anak sapi milik warga mati mengenaskan dengan perut terkoyak dan isinya hilang tanpa jejak. Kejadian aneh ini setidaknya telah terjadi dalam dua bulan terakhir.

Yang terbaru terjadi pada Sabtu, 15 September 2018, anak sapi milik Nyoman Suardana, warga Dusun Langgahan Kauh mati mengenaskan.

Menurut penelusuran, kejadian itu pertama kali diketahui Ni Nyoman Pakerti, ibu Suardana. Saat ingin memberi makan ternak, sang ibu mendapati induk sapi yang terlihat gelisah dan terus melenguh. Saat coba mendekat, sang ibu kaget melihat ada seekor anak sapi berusia tiga hari mati berlumuran darah.

Terkait kejadian misterius ini, Pemimpin Desa Langgahan, I Komang Dangkayana mengatakan, peristiwa kematian anak sapi ini masih menjadi tanda tanya besar. Lantaran, kejadian baru diketahui keesokan harinya.

Dari paparan Dangkayana, kejadian pertama dialami anak sapi yang baru berusia tiga bulan milik Sang Kumpiang Lempih. Kemudian, kejadian kedua dialami godel (anak sapi) berusia sekitar tiga bulan milik I Wayan Kemul.

"Jarak kejadian yang pertama dengan yang kedua itu sekitar sebulan. Kalau jarak kejadian kedua dengan yang ketiga Sabtu lalu sekitar 15 hari. Sedangkan, kondisi godel (anak sapi) yang menjadi korban ciri-cirinya sama. Perutnya seperti sengaja dirobek, lalu jeroan hilang semua," ungkapnya.

Dangkayana menjelaskan, kejadian matinya anak sapi secara misterius di Dusun Langgahan Kauh sebenarnya juga pernah terjadi sebelumnya. Namun waktu itu, kejadiannya ada di dusun yang lain, yakni di wilayah Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar, Bali.

Menurut informasi yang pihaknya peroleh, matinya anak-anak sapi di dusun tetangganya itu diduga disebabkan serangan anjing. Meski begitu, ia tidak berani memastikan penyebabnya karena tidak ada yang melihat kejadian di Dusun Langgahan Kauh. Terlebih, lokasi kandang sapi itu cukup jauh lokasinya dari pemukiman warga.

"Kejadian ini memang sangat meresahkan karena rata-rata warga kami di Langgahan ini memelihara sapi. Kami juga sudah menyampaikan kejadian ini ke Polsek Kintamani, dan sudah menyampaikan ke Dinas Peternakan. Supaya bisa ditelusuri apa yang menjadi penyebabnya," katanya. 

Baca juga berita menarik Jawapos.com lainnya di sini.

Simak juga video pilihan berikut ini: