Mencoba Barapan Kebo di Festival Pesona Moyo yang Bikin Turis Asing Ketagihan

Oleh Ahmad Apriyono pada 17 Sep 2018, 17:31 WIB
Diperbarui 19 Sep 2018, 17:13 WIB
Festival Pesona Moyo 2018

Liputan6.com, Jakarta - Festival Pesona Pulau Moyo 2018 yang dibuka akhir pekan kemarin disambut meriah wisawatan yang datang. Terbukti, lintasan pacu Sumir Payung yang ada di Desa Karang Dima Sumbawa dipenuhi wisatawan saat event Barapan Kebo membuka festival.

"Ini baru keren, beken, paten. Festival ini memang layak masuk menjadi bagian dari 100 Wonderful Events 2018. Sajiannya unik dan berkelas," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka festival.

Ia juga memuji atraksi Barapan Kebo yang banyak mengundang perhatian. Menurutnya, budaya jika semakin dilestarikan akan semakin menyejahterakan.

Atraksi ini juga mampu menarik perhatian puluhan yachter peserta Sail Moyo Tambora. Bahkan, mereka tak segan-segan masuk sawah dan berlumpur demi sebuah momen di Barapan Kebo. Sejumlah yachter bahkan ikut mencoba menjadi joki.

"Sungguh luar biasa. Momen yang tak bisa dilupakan. Seru, adrenalin terpompa. Sangat menyenangkan. Saya ingin mencobanya lagi," ujar Max seorang yachter asal Australia yang menjadi joki Barapan Kebo.

Max menilai Barapan Kebo adalah tradisi yang unik. Ia pun terpacu untuk ikut mempromosikan Sumbawa sehingga wisatawan mancanegara lainnya dapat turut merasakan sensasi berwisata di Sumbawa.

"Pasti saya akan ceritakan. Biar semua tahu jika Sumbawa itu keren. Tradisinya unik. Pokoknya turis itu wajib datang dan menikmati Sumbawa," kata Max menambahkan.

 

2 of 2

Tradisi Sumbawa yang Unik

 Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Razen menurut informasi resmi yang diterima Liputan.com mengatakan, Festival Pesona Moyo sangat tepat masuk ke 100 Wonderful Event Kemenpar tahun 2018. Pasalnya, sajiannya sangat berkelas. 

"Festival ini mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Interaksi langsung dengan wisatawan yang datang tentunya membuat festival ini semakin berkelas. Kemasan ini yang jarang disuguhkan di festival pariwisata lainnya," ujarnya.

Menurut Taufik, festival ini menjadi berkelas lantaran interaksi yang ada bukan sekadar memberikan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif. Pasalnya, mereka akan menceritakan ini sekembalinya mereka ke negaranya.

"Bayangkan efek dominonya. Turis akan semakin tertarik datang. Karena saat ini wisatawan itu berwisata bukan sekedar liburan saja, mereka berwisata mencari pengalaman. Ini harus dicontoh oleh daerah lainnya," ungkap Taufik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Area II Regional III Kemenpar, Hendry Noviardi mengatakan, sajian berkelas disuguhkan Festival Pesona Moyo 2018. Semua mengupas tuntas kekayaan adat Sumbawa, mulai dari Karnaval Pesisiran dan pertunjukan seni tradisional seperti Sakeco, Saketa, dan Bagero.

Ada juga pacuan kuda tradisional, Jelajah Alam Pulau Moyo, Ritual Melala Satu Muharam, Balap Sampan, Gebyar Pesta Jagung, dan Rantok 1.000 Denek, dan masih banyak yang lainnya, hingga penutupan pada 23 September 2018.

"Jadi mumpung masih ada waktu, silahkan ke Festival Pesona Moyo 2018. Rasakan sensasi berbeda dari setiap suguhannya. Sekaligus memperkaya khasanah budaya kita," ungkapnya.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓