Bikin Heboh, Begini Evakuasi Sapi Tercebur Sumur di Boyolali

pada 10 Sep 2018, 02:00 WIB
Sapi Tercebur Sumur

Boyolali - Seekor sapi tercebur ke sumur di Dukuh Jembangan, Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Jumat (7/9/2018) sore. Sapi pedaging Limosin seberat kira-kira 50 kg itu diketahui baru saja didatangkan dari wilayah Jatirogo, Tuban, Jawa Timur.

Pemilik sapi, Wartono (38), merupakan pedagang sapi. Dia mendatangkan sapi itu untuk dijual kembali di wilayah Boyolali.

Sapi diturunkan dari truk, Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB. Sapi kemudian berjalan dari depan rumah Wartono ke arah selatan dan berbelok ke timur menuju rumah keluarga Yatno (55), yang terletak sekitar 400 meter dari lokasi awal sapi diturunkan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian Sabtu, 8 September 2018, sapi tersebut gagal ditangkap karena tali pegangan di leher berukuran terlalu pendek kurang dari dua meter.

Salah satu warga, Mei Ning Rahayu (18), mengatakan sapi berjalan dan meloncat ke sumur sekitar pukul 17.30 WIB dengan posisi kepala berada di bawah. Sumur milik Yatno berada di tengah permukiman penduduk di RT 002/RW 002. Kedalamannya sekitar 16 meter dengan diameter bagian dalam sekitar 1 meter.

Baca juga berita menarik Solopos.com lainnya di sini.

 

2 of 2

Dua Teknik Evakuasi

Tim TRC BPBD, OPRB, serta sukarelawan gabungan bahu-membahu mengevakuasi sapi mulai pukul 18.30 WIB. Hingga Jumat dini hari, pukul 02.00 WIB, sapi belum bisa dievakuasi.

Evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescue selama sekitar enam jam. Seorang anggota sukarelawan masuk ke sumur untuk memulai evakuasi. Namun, sapi tidak bisa diangkat dalam proses evakuasi yang dilakukan.

Evakuasi dilanjutkan Sabtu sore, 8 September 2018. Belasan anggota SAR gabungan datang pukul 16.00 WIB.

Teknik berbeda pada evakuasi kedua dilakukan dengan mengaitkan sapi pada tali tambang yang ditarik menggunakan katrol dan mobil jenis jip. Akhirnya, sapi berhasil diangkat dari sumur. Saat dikeluarkan, sapi dalam keadaan mati.

Kejadian sapi tercebur sumur menghebohkan warga Gagaksipat. Ratusan warga terlihat ramai berkumpul saat proses evakuasi berlangsung.

Yatno mengatakan dirinya akan menutup sumur tersebut dan membuat sumur yang baru dengan alasan kesehatan. Sementara waktu, Yanto akan memanfaatkan air dari sumber lain untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus.

Sebagai pemilik, Wartono mengatakan masalah ini nantinya akan diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua pihak. Setelah dievakuasi, sapi langsung dikuburkan oleh pemilik.  

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓