Kejutan Proyek Baru Pemilik nikahsirri.com

Oleh Muhamad Ridlo pada 03 Sep 2018, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Sep 2018, 15:00 WIB
Aris Wahyudi, pemilik Startup produserfilm.com dan bekas pemilik nikahsirri.com. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).

Liputan6.com, Banyumas - Setahun lampau, masyarakat Indonesia dibikin heboh dengan munculnya situs nikahsirri.com. Bagaimana tidak, situs ini menawarkan layanan paket nikah sirri atau nikah bawah tangan bagi yang hendak berpoligami.

Yang lebih kontroversial sang pemilik situs, Aris Wahyudi, juga menganggap keperawanan adalah aset ekonomi. Dia menganggap bahwa lelang keperawanan adalah solusi dari jerat kemiskinan.

Situs ini konon berhasil menarik ribuan masyarakat untuk bergabung hanya dalam beberapa hari. Tingkat kunjungan situsnya pun menakjubkan.

Tetapi, tak lama mengudara, situs ini diblokir Kominfo. Aris pun mesti berurusan dengan penegak hukum.

Usai geger nikahsirri.com, nama Aris perlahan tenggelam. Ia terlupakan seiring perubahan musim. Lantas, apa kesibukannya sekarang?

Rupanya geger situs nikahsirri.com tak membuatnya patah arang. Kini, ia siap-siap dengan proyek barunya, yang diklaim juga bakal menghentak dan bikin heboh publik.

Aris Wahyudi sedang mencoba peruntungan baru dengan merintis perusahaan digital atau Startup di bidang perfilman. Namanya, produserfilm.com.

Dia menjelaskan, ide pendirian produserfilm.com ini dilatarbelakangi sedikitnya orang yang menggeluti bidang produksi film. Pasalnya, biaya pembuatan film mahal dan membuat industri ini hanya dikuasai segelintir kalangan bermodal besar.

Karenanya, selesai urusan nikahsirri.com, Aris menawarkan konsep patungan atau Crowdfunding Startup produserfilm.com. Para produser profesional maupun masyarakat biasa yang tertarik boleh bergabung untuk menjadi produser film yang nanti bakal diproduksi.

 

2 dari 2 halaman

Jalan Sehat Berhadiah Wah

Tangkapan layar halaman muka situs produserfilm.com yang dimiliki oleh bekas pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).
Tangkapan layar halaman muka situs produserfilm.com yang dimiliki oleh bekas pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).

Pembiayaan pembuatan film ini akan dilakukan melalui sistem urun dana melalui www.kitabisa.com. Investasi terbuka diyakini akan menciptakan pemerataan kesempatan bagi pemodal kecil maupun besar. Rencananya produserfilm.com akan memproduksi film mengenai kisah pembelian pesawat secara Crowdfunding yang diinisiasi oleh proklamator dan Presiden RI pertama, Bung Karno. 

"Untuk membuat satu film butuh biaya miliaran rupiah," dia menerangkan kepada Liputan6.com, Senin, 3 September 2018.

Jumlah investasinya pun tak besar, cukup Rp 25 ribu. Dengan dana sekecil ini, setiap orang berhak menjadi produser film yang bisa ikut menyeleksi artis, memilih alur cerita, dan memonitor proses produksi film.

Ia pun menjanjikan grandprize paling besar se-Indonesia sepanjang sejarah. Tiap produser yang menginvestasikan uangnya berkesempatan memenangkan undian dengan grandprize mulai rumah, paket umroh, mobil, tabungan beasiswa dan lain-lain.

Tak berhenti di situ, rencananya keuntungan dari hasil penjualan tiket film yang diproduksi bakal digunakan untuk membangun monumen atau semacam Wall of name produserfilm.com. Para produser yang bergabung akan diabadikan dalam monumen berdinding granit yang rencananya didirikan di kota Purwokerto.

"Generasi mendatang akan belajar pentingnya pembiayaan gotong royong  atau Crowdfunding untuk membangun negeri ini," dia menerangkan.

Para produser rencananya akan dipertemukan dalam kegiatan jalan sehat dan shooting film pada 9 Desember 2019 mendatang. Semua produser yang telah urun dana berhak mengikuti kegiatan ini.

Untuk mensukseskan kegiatan, Aris mengklaim telah bekerjasama dengan salah satu stasiun televisi lokal di Banyumas. Promosi pun telah dilakukan, terutama di sekolah-sekolah di Banyumas, dengan sasaran guru dan siswa. Karenanya ia yakin, satu juta orang bakal terlibat dalam produksi film perdana.

"Produserfilm.com ini pertama di Indonesia. Kami ingin ada startup lahir di Purwokerto, karena selama ini Startup hanya lahir di kota besar,” dia menambahkan.

Lanjutkan Membaca ↓