Drama Penangkapan Pelempar Bom Molotov ke Gereja Toraja di Makassar

Oleh Eka Hakim pada 22 Agu 2018, 10:03 WIB
Diperbarui 24 Agu 2018, 09:13 WIB
Gereja Toraja Jemaat Masale di Makassar Dilempari bom molotov (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Makassar - Pelempar bom molotov ke Gereja Toraja Jemaat Masale, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukang, Makassar, berinisial JA (18) saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Makassar.

Tak hanya pelaku, dua saksi kunci yang melihat langsung aksi pelemparan bom molotov ke Gereja Toraja Jemaat Masale tersebut, juga masih diperiksa intensif oleh tim penyidik Reskrim Polrestabes Makassar.

"Masih pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar via telepon, Selasa, 21 Agustus 2018.

Terpisah, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale, Bripka Muhammad Ismail mengatakan awalnya ia mendapat info di Gereja Toraja Jemaat Masale terjadi kebakaran yang menyebabkan pintu gereja terbakar.

Ia pun bergegas ke lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi, Ismail langsung menghubungi piket unit Reserse Kriminal (Reskrim) dan anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Panakukang.

"Tim langsung melakukan olah TKP dan ditemukan sebuah botol plastik berbau bensin dan tampak sudah meleleh akibat terbakar," kata Ismail.

Tak hanya itu, tim Reskrim juga langsung mengecek CCTV Gereja Toraja. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, tampak jelas wajah pelempar bom molotov yang tak lain JA (18).

"Saat anggota masih melakukan olah TKP, saya mendapat informasi jika pelaku berada di bengkel motor yang letaknya bersampingan dengan gereja (TKP). Di situ, saya ajak anggota ikut menangkap langsung pelaku," tutur Ismail.

Saat hendak ditangkap, JA melarikan diri menuju Jalan Adhyaksa Baru Lorong 2 sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Polisi yang mengejar adalah Kanit Reskrim Polsek Panakukang Iptu Ahmad, Kasi Humas Bripka Ahmada, anggota Intelkam Polsek Panakukang Aipda Supriyadi Nurdin, serta anggota piket Reskrim Polsek Panakukang Bripka Muhammad Kasim.

"Pelaku pelempar bom molotov berhasil diamankan dari kepungan warga. Tapi pelaku mencoba melawan sehingga menyebabkan tangan saya terluka pada bagian kanan saat pelaku meronta-ronta coba melepaskan diri," kata Ismail.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 2

Simpan Botolan Bensin di Samping Tembok Gereja Toraja

Polisi menunjuk bekas terbakar akibat lemparan bom molotov ke Gereja Toraja di Makassar (Liputan6.com/ Eka Hakim)
Polisi menunjuk bekas terbakar akibat lemparan bom molotov ke Gereja Toraja di Makassar (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Sebelumnya, dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku menjalankan aksinya dengan membeli bensin botolan dari toko milik Appi yang kemudian disimpan selama 5 hari di belakang tembok Gereja Toraja Jemaat Masale yang berlokasi di Jalan Adhiyaksa Baru.

Selasa, 21 Agustus 2018 tepatnya pukul 05.00 wita tadi, pelaku kemudian memanjat tembok pagar Gereja dan membawa bensin yang telah dipindahkan ke botol plastik.

Pelaku yang diketahui identitasnya sebagai residivis kasus pencurian itu, lalu membuka tutup botol yang berisi bensin tersebut dan membakarnya dengan korek gas berwarna hijau kemudian melemparkannya ke lantai depan pintu Gereja.

Pintu gereja dan kabel instalasi listrik tampak terbakar akibat lemparan bom molotov tersebut. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sementara kerugian materil belum bisa ditaksir nilainya.

Beberapa saksi juga telah diperiksa, di antaranya Matius Tangke (45) serta Daud (51). Keduanya merupakan saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian masing-masing bekas botolan bensin serta korek gas yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Lanjutkan Membaca ↓