Air PDAM Keruh Pasca-Gempa Bermagnitudo 7 Guncang Lombok

Oleh Liputan6.com pada 20 Agu 2018, 16:03 WIB
Diperbarui 22 Agu 2018, 15:13 WIB
Korban Jiwa Gempa Lombok Terus Bertambah, Kini Mencapai 436 Orang

Liputan6.com, Lombok Barat - Air PDAM di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram kembali keruh pascagempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam, 19 Agustus 2018.

"Setelah gempa semalam, airnya kembali keruh. Begitu juga pada gempa yang pertama seminggu yang lalu juga airnya keruh seusai gempa," kata Mislaeni, salah satu warga di Dusun Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Senin (20/8/2018), dilansir Antara.

Ia mengatakan, pascagempa yang terjadi semalam, praktis air PDAM tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan memasak dan minum. Sebagai gantinya, warga setempat mengganti dengan air sumur ataupun air dalam kemasan untuk sekedar memasak.

"Kalau memasak atau minum sudah tidak bisa dipakai lagi. Untuk sementara kita memakai air sumur atau air mineral," ujarnya.

Keruhnya air PDAM ini juga dirasakan warga Kota Mataram, Yuliana. Untuk minum, ia dan keluarga membeli air dalam kemasan. Ia juga tidak bisa memasak karena belum berani masuk ke dalam rumah pascagempa bumi bermagnitudo 7 yang terjadi pada Minggu malam.

"Ini aja kita tidur dari semalam di tenda-tenda bersama warga lain di komplek. Kalau untuk minum, kita mengandalkan air dalam kemasan untuk sementara," katanya.

Pada gempa bumi pertama dengan skala yang sama 7 SR yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, air PDAM di wilayah Lombok juga berwarna keruh. Kondisi kembali terjadi sejak Minggu kemarin.

Tiga gempa menyusul gempa bumi bermagnitudo 7 yang mengguncang wilayah Lombok Timur di NTB pada Minggu malam pukul 21.56 WIB menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yakni berturut-turut pukul 22.16 WIB, 22.28 WIB, dan 22.45 WIB.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Saksikan video pilihan berikut ini: