Daun Ubi Jalar Jadi Bahan Antiseptik Herbal Ampuh Buatan Mahasiswa Undip

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 19 Agu 2018, 15:00 WIB
sapi

Liputan6.com, Semarang - Mastitis menjadi salah satu penyakit pada sapi yang menghambat peningkatan produksi susu. Mastitis ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococci.

Penelitian menunjukkan bahwa Mastitis pada sapi dapat dicegah dengan mencelupkan puting ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai (teat dipping). Namun sampai saat ini, industri peternakan sapi perah masih banyak menggunakan antiseptik sintesis.

Tiga mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro yaitu Muhammad Zainul Asror, Endah Wulandari, dan Tituk Suselowati terdorong menciptakan antiseptik herbal yang lebih aman melawan Mastitis pada sapi dan menjaga kualitas susu. Produk itu mereka namai IPO-GREEN.

Menurut Asror, ketua tim penelitian ini, bahan baku antiseptik herbal ini memanfaatkan daun ubi jalar merah (Ipomoea batatas Poir). Penelitian itu disajikan dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2018 dengan bimbingan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. dari Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah.

"Daun ubi jalar merah memiliki senyawa aktif saponin, flavonoid, dan polifenol yang berfungsi sebagai antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Efektif berfungsi mencegah penyakit pada sapi," kata Asror, Minggu (19/8/2018).

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Simak video menarik pilihan berikut di bawah:

2 of 2

Berharap Digunakan Massal

sapi
Daun ubi jalar merah (Ipomoea batatas Poir) bahan baku antiseptik herbal yang lebih efektif dan efisien dibanding merk komersial. (foto: Liputan6.com / dok. Tituk Suselowati/edhie prayitno ige)

Kandungan lain adalah senyawa aktif antosianin yang merupakan bagian dari senyawa fenol. Senyawa ini akan memberi warna ungu pada daun. Berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menghambat oksidasi toksik.

"Hasil penelitian kami, antiseptik IPO-Green dengan konsentrasi 1% saja terbukti efektif menurunkan jumlah cemaran bakteri dalam susu dan tingkat peradangan," kata Asror.

Penurunan jumlah bakteri dan sel radang terjadi setelah 5 hari pemakaian dan semakin menurun selama 10 hari penelitian. Dibandingkan dengan antiseptik komersial povidone iodine 10%, hasilnya sama. Tidak ada penurunan pada produksi susu maupun kandungan nutrisi susu selama masa treatment menggunakan IPO-Green," kata Asror.

 

IPO-GREEN, sebuah nama antiseptic herbal buatan mahasiswa yang tak dibuat komersial. (foto: Liputan6.com/dok.tituk suselowati/edhie prayitno ige)

Para mahasiswa kreatif dari Undip ini berharap IPO-GREEN dijadikan antiseptik teat dipping herbal untuk mencegah penyakit mastitis. Tujuannya jelas, agar bisa diterapkan secara luas di kalangan masyarakat.

"Harapan lebih ya dapat digunakan sebagai acuan pemerintah maupun pelaku industri baik sapi perah maupun kambing perah untuk memanfaatkan antiseptik herbal secara lebih luas," kata Asror.

Lanjutkan Membaca ↓