Menyelisik Jejak Kerajaan Ubur-Ubur di Banten

Oleh Yandhi Deslatama pada 15 Agu 2018, 04:01 WIB
Mengenal Struktur Organisasi Kerajaan Ubur-Ubur di Banten

Liputan6.com, Serang - Kerajaan Ubur-Ubur ternyata sudah ada sejak lama. Sekitar 1 tahun 8 bulan lalu, organisasi yang diduga beraliran sesat ini pernah dibekukan lantaran banyaknya warga yang protes akan kehadiran suami istri, Aisyah dan Rudi.

"Dulu pernah dibekukan, mereka banyak berkomunikasi di medsos, makanya banyak yang main ke mari," kata Surya Miharda, Ketua RT 02 RW 07, saat ditemui di kediamannya, di Lingkungan Sayabulu, Kekuatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (14/8/2018).

Di kediamannya yang hanya terpisah tiga rumah dari Kerajaan Ubur-Ubur itu, dia sedikit banyak mengetahui sepak terjang Aisyah dan Rudi.

Dia bercerita kalau kebanyakan orang yang datang mengetahui eksistensi Kerajaan Ubur-ubur melalui media sosial.

Sang ratu Kerajaan Ubur-Ubur, Aisyah, kerap bercerita tentang sejarah Indonesia dan adanya uang simpanan di bank luar negeri yang bisa dicairkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Ternyata, banyak orang yang sama napak tilas leluhur, orang yang ingin tahu sejarah, terus jadi pengikutnya," Surya mengungkapkan.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 of 2

Kekuatan Supranatural

Kerajaan Ubur-ubur, Aliran Sesat di Banten
Kerajaan Ubur-ubur, Aliran Sesat di Banten. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Menurut Surya, sebenarnya yang memiliki kemampuan supranatural itu sang suami, Rudi. Warga setempat dan masyarakat luar, banyak yang mendatangi Rudi untuk meminta bantuan, seperti pelaris usaha hingga pemikat pasangan.

Sang istri, Aisyah, yang lebih banyak berceramah mengenai agama. Dia pun kerap mengunggah ceramahnya ke YouTube.

"Suaminya sebenarnya untuk hal ini udah banyak nyaranin. Bukan keinginan suaminya untuk ekspos keluar. Saya sering ke situ ada benturan itu terkadang," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, di rumah dengan pagar warna putih dan krem ini, terdapat dua kandang burung di teras rumahnya. Ada tiga pohon mangga dan satu pohon nangka berukuran sedang di halamannya.

Petugas kepolisian masih berjaga di sekitar rumah yang diabdikan sebagai Kerajaan Ubur-ubur itu. Sedangkan, di pagar rumahnya berkibar bendera merah putih dengan tiang bambu yang sudah dicat berwarna putih.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓