Kesetiaan Kakek Ahmad Jadi Tukang Patri Panci demi Bisa Hidup Mandiri

pada 02 Agu 2018, 15:31 WIB
Ahmad, Kakek 80 Tahun di Probolinggo Setia Sebagai Tukang Patri Panci

Probolinggo - Usia lanjut tidak menghentikan aktivitas Ahmad. Kakek berusia 80 tahun ini pantang beristirahat menikmati kehidupannya. Ia masih tetap semangat bekerja sebagai perajin perabotan rumah tangga atau biasa dikenal sebagai tukang patri panci.

Kakek yang berasal dari Desa Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ini masih terus berjuang melakukan kewajibannya mencari nafkah. Ia bertekad tidak akan meminta jika ia masih bisa berjalan dan menekuni keahliannya sebagai tukang patri atau perajin alat dapur.

Setiap hari Ahmad, bekerja sebagai perajin sekaligus reparasi alat dapur. Seperti memperbaiki panci, wajan, sutil, atau alat dapur lainnya yang terbuat dari aluminium. Keahliannya itu sudah ditekuninya sejak tahun 1971. Tepat saat ia bermigrasi dari kota kelahirannya, Madiun, ke Kraksaan.

"Saya mulai menawarkan jasa ke orang-orang untuk memperbaiki alat-alat dapur, berkeliling Kota Kraksaan ini," ucap lelaki dengan 3 anak tersebut, Rabu, 1 Agustus 2018, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Sambil memperbaiki peralatan dapur milik pelanggannya, ia bercerita bahwa ia tidak dengan membuka kios atau semacamnya. Justru ia menggunakan sepeda tuanya untuk berkeliling ke setiap kelurahan dan pedesaan, menawarkan jasa reparasi.

Uang yang kakek ini terima dari setiap alat dapur yang diperbaikinya sangat variatif. Untuk masa sekarang, berkisar Rp 15 ribu-Rp 20 ribu setiap unitnya.

Baca berita menarik lainnya dari Times Indonesia di sini.

 

Simak video pilihan berikut ini:

2 of 2

Tak Bergantung kepada Sang Anak

Ahmad, Kakek 80 Tahun di Probolinggo Setia Sebagai Tukang Patri Panci
Ahmad, kakek 80 tahun warga Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, saat mereparasi peralatan dapur milik pelanggannya.(TIMES Indonesia/Dicko W)

Meski ketiga anaknya sudah tumbuh dewasa dan telah memiliki pekerjaan. Ia tidak sedikit pun membalikkan tangannya atau berpangku tangan pada ketiga anaknya dalam kebutuhan ekonomi.

"Usaha ini sudah saya tekuni selama 49 tahun, hingga saat ini," ucapnya.

Setiap hari, ia mengayuh sepedanya yang dimodifikasi pada bagian belakang, dijadikan tempat alat-alat untuk memperbaiki peralatan dapur.

Saat ditanya mengapa ia tetap bersikukuh terus bekerja mencari uang, Sementara, kedua anaknya mampu membiayai hidupnya.

"Saya tidak akan pernah meminta pada siapa pun, termasuk pada anak kandung saya. Jika ia masih mampu bekerja dan mencari uang," sebut Ahmad.

"Dengan pekerjaan saya sebagai tukang patri atau perajin peralatan dapur ini, alhamdulillah, sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari bersama istri saya," tutup dia.

Lanjutkan Membaca ↓