Nasib Nahas Buaya Muara yang Diikat Warga Aceh di Pohon

Oleh Liputan6.com pada 17 Jul 2018, 10:01 WIB
Diperbarui 17 Jul 2018, 10:01 WIB
Binatang Buas Buaya
Perbesar
Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)

Liputan6.com, Aceh Timur - Seekor buaya muara ditangkap warga di pedalaman Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, saat masuk ke kebun sawit warga. Oleh warga, buaya tersebut diikat di batang pohon agar tidak mengancam keselamatan mereka.

Kurang dari sehari diikat, buaya muara itu mati yang diduga akibat stres dan dehidrasi. "Ini hasil pengecekan petugas BKSDA Aceh Resort 12 Langsa, terhadap penangkapan buaya muara di pedalaman Aceh Timur," kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Senin malam, 16 Juli 2018, dilansir Antara.

Ia menambahkan, ketika petugas tiba di lokasi, buaya muara berjenis kelamin jantan itu sudah mati. Setelah diperiksa, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

"Kebiasaan buaya muara jika tidak disiram air akan mengalami stres dan dehidrasi. Lama-kelamaan akan mati. Oleh karenanya, ke depan kita imbau masyarakat tidak lagi menangkap buaya, apalagi menyakitinya," ujar Sapto.

Jika melihat buaya muara naik ke darat, ia meminta masyarakat segera melapor ke petugas BKSDA setempat atau aparat kepolisian terdekat. Apalagi, tiap desa saat ini sudah memiliki Bhabinkamtibmas (Polri) atau Babinsa (TNI).

"Zaman sekarang serbamudah, karena kita memiliki alat komunikasi pribadi. Jadi, silakan hubungi TNI/Polri atau petugas BKSDA di tiap daerah," kata Sapto.

Untuk buaya muara yang ditemukan di kebun sawit warga Senin (16/7/2018) dini hari, petugas BKSDA memutuskan untuk dikubur bersama-sama masyarakat di lokasi penemuan sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB.

Buaya muara tepergok masyarakat di kebun sawit Nurjannah di Desa Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, sekitar pukul 00.30 WIB. Pagi harinya, buaya itu sudah tidak bergerak dan saat petugas BKSDA tiba di lokasi dipastikan buaya itu sudah mati.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tag Terkait