Tahun Ajaran Baru Sekolah, Ayo Berburu Sepeda Bekas Berkualitas

Oleh Muhamad Ridlo pada 12 Jul 2018, 11:31 WIB
Diperbarui 14 Jul 2018, 11:13 WIB
Pembeli memilih dan mencari sepeda bekas di Pasar Cilongok, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Seluruh piranti sekolah, mulai dari buku, tas, sepatu hingga seragam laris manis pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau tahun ajaran baru sekolah. Toko-toko dipenuhi pengunjung yang mencari peralatan sekolah.

Berkah tahun ajaran baru rupanya juga dirasakan para pedagang sepeda bekas. Pada detik-detik menjelang anak masuk sekolah pekan depan, pedagang sepeda bekas kebanjiran permintaan.

Sepeda-sepeda bekas tampak berjejer rapi di Pasar Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tertimpa cahaya matahari, cat sepeda berkilau memendar warna-warni.

Beberapa merek sepeda yang familiar ada di pasar ini, mulai dari United hingga Polygon. Dilihat dari penampakannya, rasanya, sepeda-sepeda ini tak kalah mengilat dibanding sepeda baru yang masih terbungkus plastik di toko-toko sepeda.

Meski terlihat masih bagus, harga sepeda di pasar ini nyaris separuh dari harga sepeda baru yang berada di toko. Harga sepeda gunung ukuran sedang misalnya. Di toko, sepeda jenis ini seharga Rp 1.200.000. Namun, di pasar ini, sepeda dengan merek dan ukuran sama hanya ditawarkan Rp 700 ribu.

Tak aneh jika menjelang masuk tahun ajaran baru, pasar ini selalu ramai pengunjung. Riuh rendah pasar sepeda bekas ini mengalahkan ramainya pasar hewan Cilongok, yang lokasinya bersisian.

"Sudah dapat. Ini harganya Rp 200 ribu," ucap Karsito, pembeli sepeda asal Ajibarang, Banyumas.

Menjelang tahun ajaran baru ini, Karsito sengaja membeli sepeda bekas ke pasar Cilongok untuk cucu lelakinya yang masih bersekolah SD. Di pasar ini, banyak pilihan sepeda.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 of 2

Sepeda Bekas, Barang Berkualitas

Anak-anak berkeliling mencari sepeda yang cocok menjelang tahun ajaran baru atau kenaikan kelas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Anak-anak berkeliling mencari sepeda yang cocok menjelang tahun ajaran baru atau kenaikan kelas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Konon, dari cerita tetangganya, sepeda-sepeda yang ditawarkan berkualitas. Harganya pun murah meriah.

"Enggak mampu beli sepeda yang baru," dia berujar.

Saking terkenalnya pasar sepeda bekas Cilongok, Banyumas, banyak pembeli datang dari jauh. Kadang, orang-orang di luar Cilongok pun, mencari sepeda bekas di pasar ini. Bahkan, ada pula pembeli yang berasal dari kabupaten tetangga, seperti Cilacap.

Layaknya pasar tradisional, pedagang dan pembeli tawar-menawar sesukanya. Saat tawar-menawar terjadi, anak-anak, keponakan, atau cucu si pembeli bebas menjajal sepeda yang kelak menjadi tunggangannya.

Seorang pedagang sepeda bekas, Kidam mengatakan, mendekati tahun ajaran baru, penjualan sepedanya naik 50 persen dari biasanya. Ia menyediakan sepeda mini hingga sepeda gunung.

Harganya bervariasi antara Rp 125 ribu hingga Rp 300 ribu untuk sepeda mini dan di atas Rp 1.000.000 untuk sepeda gunung merek tertentu. Ada pula sepeda langka yang kini susah didapat, sepeda tua.

"Kalau di sini harganya hanya separuh dari toko. Memang yang paling banyak beli orang Ajibarang dan Cilongok," kata Kidam.

Lanjutkan Membaca ↓