Cerita Warga Kenyam Mencari Perlindungan dari Teror KKSB ke Asmat

Oleh Liputan6.com pada 06 Jul 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2018, 13:00 WIB
Papua
Perbesar
Masyarakat di Agats, Asmat. (Liputan6.com / Katharina Janur)

Liputan6.com, Timika - Meningkatnya gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKSB di wilayah Kenyam, Kabupaten Nduga akhir-akhir ini menyebabkan warga wilayah itu mengungsi ke Agats, Kabupaten Asmat yang merupakan daerah tetangga terdekat.

Kepala Dinas Sosial Asmat Amir Makhmud yang dihubungi dari Timika mengatakan, sebanyak 116 pengungsi Kenyam kini ditampung sementara di rumah sewa Dinas Sosial Asmat, Gereja Kristen Injili Agats, dan Rumah Adat Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja Asmat.

"Pengungsi warga non-Papua dengan jumlah sebanyak 66 orang untuk sementara menempati Rumah Tongkonan Agats. Sedangkan, 50 warga asli Papua ditempatkan di rumah sewa di Jalan Amborep Agats," kata Amir, dilansir Antara, Jumat (6/7/2018).

Menurut dia, Kabupaten Asmat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga memang menjadi pilihan utama warga saat mengungsi dari Kenyam setelah situasi keamanan di daerah itu mencekam pascateror penembakan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

Para pengungsi harus menempuh perjalanan belasan jam dari Batas Batu ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat dengan menumpang perahu motor menyusuri sungai-sungai lebar yang sangat banyak di wilayah itu.

Aksi pengungsian besar-besaran warga Kenyam tidak saja dilakukan oleh warga non-Papua yang bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, peternak maupun aparatur pemerintah di Kabupaten Nduga, tetapi juga dilakukan oleh warga asli Papua asal Yahukimo, Jayawijaya dan sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Amir memperkirakan gelombang pengungsian warga Kenyam ke Agats Asmat masih akan terus bertambah beberapa waktu ke depan.

Para pengungsi yang sementara ditampung di Agats Asmat rencananya akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Mereka masih menunggu kedatangan kapal Pelni, KM Leuser dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat pada 11 Juli dan selanjutnya berlayar menuju Pelabuhan Paumako Timika.

Hingga kini sudah dua gelombang pengungsi Kenyam tiba di Timika. Gelombang pertama pengungsi Kenyam tiba di Timika pada Minggu, 1 Juli 2018 dengan jumlah sebanyak 45 orang menggunakan KM Tatamailau dari Agats Asmat.

Selanjutnya pada Rabu, 4 Juli 2018, sebanyak 106 pengungsi Kenyam juga tiba di Timika menggunakan KM Sirimau dari Agats Asmat.

Informasi yang diterima Antara di Timika, Pemkab Asmat membantu memfasilitasi tiket kapal Pelni untuk mengangkut para pengungsi Kenyam ke Timika dengan menggelontorkan biaya sebesar Rp162 juta.

 

Simak video pilihan berikut ini: